Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeBantenBKM Kelompok 1 Universitas Setia Budi Manfaatkan Tanah Bengkok, Tebar 1.500 Benih...

BKM Kelompok 1 Universitas Setia Budi Manfaatkan Tanah Bengkok, Tebar 1.500 Benih Lele dan Tanam Herbal di Ranca Jatake

Google search engine

Lebak — Kelompok 1 BKM Universitas Setia Budi Rangkasbitung terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan. Kali ini, mahasiswa melaksanakan penebaran sebanyak 1.500 ekor benih ikan lele, penanaman tanaman herbal, serta aksi bersih-bersih di lahan tanah bengkok yang berada di Kampung Pasir Ranca Jatake, RT 05/RW 09, Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung. Kamis, (20/08).

Program tersebut difokuskan pada pemanfaatan tanah bengkok agar menjadi lahan yang lebih produktif, tertata, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Penataan lahan juga dilakukan untuk mengubah kondisi lingkungan yang sebelumnya kurang terawat agar tidak terkesan kumuh.

Selain dimanfaatkan untuk budidaya ikan lele, area sekitar kolam juga ditanami berbagai tanaman herbal. Pemanfaatan lahan secara terpadu tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat bahwa tanah yang sebelumnya kurang produktif dapat dikelola menjadi kawasan yang memiliki nilai manfaat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama warga juga melakukan pembersihan lingkungan di sekitar lahan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari berbagai unsur masyarakat. Pihak kelurahan, RW, RT, hingga masyarakat sekitar turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Dukungan tersebut terlihat dari keterlibatan dan respons positif warga terhadap upaya mahasiswa dalam menata serta memanfaatkan tanah bengkok menjadi lahan yang lebih produktif.
Salah satu mahasiswi Kelompok 1 BKM Universitas Setia Budi, Raila, mengatakan bahwa dukungan dari pihak kelurahan, RT, RW, dan masyarakat menjadi modal penting dalam keberhasilan program tersebut.

“Program ini kami fokuskan di tanah bengkok agar lahan tersebut bisa lebih bermanfaat dan tidak terlihat kumuh. Kami menebar 1.500 benih lele, kemudian memanfaatkan area di sekitar kolam untuk ditanami tanaman herbal. Kami bersyukur karena pihak kelurahan, RW, RT, dan masyarakat sekitar sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Raila.

Menurutnya, dukungan masyarakat diharapkan terus berlanjut sehingga kolam lele dan tanaman herbal yang telah dibuat dapat dirawat serta dikembangkan secara mandiri.

“Kami berharap masyarakat bisa bersama-sama menjaga kebersihan dan merawat kolam lele maupun tanaman herbal yang sudah ditanam. Semoga apa yang kami mulai bersama ini bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi warga,” tambahnya.

Dengan adanya program tersebut, tanah bengkok di Kampung Pasir Ranca Jatake diharapkan dapat menjadi lahan produktif yang mendukung pemberdayaan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan tidak kumuh.
Sinergi antara mahasiswa, pihak kelurahan, RW, RT, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemanfaatan lahan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Editor: Ben

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini