JBN LEBAK – Aktivitas tambang batu bara ilegal di wilayah Cihara dan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menuai sorotan. Sejumlah tambang diduga menggunakan listrik dari PLN untuk mengoperasikan alat berat dan penerangan, meski status operasional mereka ilegal dan berada di kawasan hutan negara.
Pasalnya, kabel-kabel listrik yang digunakan untuk menyuplai daya ke lokasi tambang dipasang secara sembarangan (semrawut). Pantauan di lapangan menunjukkan kabel ditarik dari jalur utama hingga masuk ke tengah hutan, melintang di atas jalan dan semak belukar tanpa pengaman, sehingga membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Ini sangat berbahaya. Kabel terbuka dan rendah begitu saja di pinggir jalan. Kalau malam hari bisa-bisa nyamber orang,” ujar seorang warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, Rabu (3/7/2025).
Tambang-tambang ilegal itu terletak di sejumlah titik seperti Blok Cepak Pasar, Blok Jati, Pamandian, Cununggul, Blok Cioray, dan Blok Aw. Indikasi penggunaan listrik dari jaringan negara terlihat dari banyaknya aktivitas mesin dan penerangan di malam hari.
Namun hingga kini, PLN ULP Malingping selaku otoritas yang mengatur distribusi listrik di wilayah tersebut belum memberikan klarifikasi. Konfirmasi wartawan via sambungan pesan belum dijawab.
Menurut UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, penggunaan listrik yang tidak sesuai peruntukannya dapat dikenakan sanksi pidana. Jika terbukti listrik negara dipakai untuk aktivitas ilegal dan membahayakan, maka selain pelaku tambang, oknum penyedia atau pembiar bisa ikut dimintai pertanggungjawaban.
Warga dan pegiat lingkungan mendesak agar PLN segera melakukan audit lapangan, memutus sambungan ilegal, dan berkoordinasi dengan aparat hukum untuk menindak tegas praktik yang merugikan negara ini.
“Jangan sampai PLN dianggap ikut melindungi tambang ilegal dengan membiarkan fasilitasnya digunakan seenaknya,” tegas salah satu aktivis lingkungan di Bayah.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari PLN ULP Malingping maupun pihak terkait lainnya.(Tim)




