JBN Lebak — “MANDIRI – SANTUN – KREATIF – SIAP KERJA”, SMK PGRI Rangkasbitung mulai mematangkan persiapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 dengan menerapkan sistem pendaftaran dua gelombang. Kebijakan ini diambil untuk memperluas akses bagi calon peserta didik sekaligus menjaga kualitas lulusan.
Gelombang pertama dibuka bagi calon siswa yang mendaftar sebelum atau beririsan dengan jadwal penerimaan di sekolah negeri. Sementara gelombang kedua diperuntukkan bagi siswa yang belum diterima di SMK maupun SMA negeri, sehingga tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.
Pihak sekolah memastikan tidak memberlakukan sistem pra-pendaftaran dalam proses SPMB tahun ini. Seluruh calon siswa akan langsung mengikuti alur pendaftaran resmi sesuai jadwal yang ditetapkan.
Adapun waktu pendaftaran akan disesuaikan dengan selesainya pelaksanaan ujian tingkat SMP, sehingga calon siswa dapat lebih fokus menyelesaikan ujian sebelum menentukan pilihan pendidikan.
Proses pendaftaran dilakukan secara langsung (offline) di sekolah tanpa melalui sistem daring. Selain itu, setiap calon siswa wajib mengikuti tahapan seleksi yang telah ditentukan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari upaya menjaring peserta didik yang siap mengikuti pendidikan berbasis kejuruan.
Untuk tahun ajaran 2026, sekolah menetapkan kuota sebanyak 216 siswa guna menjaga kualitas pembelajaran dan efektivitas proses pendidikan.
Dalam SPMB tahun ini, sekolah membuka lima kompetensi keahlian, yaitu:
1.Asisten Keperawatan
2.Farmasi Klinis dan Komunitas
3.Teknik Komputer dan Jaringan
4.Akuntansi dan Keuangan Lembaga
5.Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis.
Sesuai keterangan Kepala Sekolah Dini Hipdiani.M,Pd kebijakan dua gelombang serta tanpa pra-pendaftaran ini bertujuan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh calon siswa, sekaligus memastikan proses seleksi berjalan objektif dan terukur.
“Dengan sistem ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa yang belum diterima di sekolah negeri agar tetap memiliki peluang melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, kami juga menjaga kualitas melalui seleksi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembukaan lima jurusan tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan sektor industri, sehingga lulusan diharapkan memiliki kompetensi yang relevan serta siap terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha.
Melalui sistem seleksi dan pembatasan kuota ini, pihak sekolah berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai moto sekolah, yakni mandiri, santun, kreatif, dan siap kerja.
Pihak sekolah mengimbau calon siswa dan orang tua untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal dan persyaratan pendaftaran, agar seluruh tahapan dapat diikuti dengan baik serta berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.(Adriyanto)




