JBN Lebak,- Akibat ucapan kotor yang diduga dilontarkan oleh Kepala Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak berinisial “MJ” kepada Darja, salah satu wartawan media massa online, dan Rusmedi, pengurus LSM di Kabupaten Lebak, saat keduanya meminta konfirmasi terkait kegiatan pembangunan fisik Desa Pasirkembang tahun anggaran 2024 di Kantor Kecamatan Maja, sontak memicu reaksi dari sejumlah pengurus LSM dan ormas, serta sejumlah wartawan media massa di Kabupaten Lebak. Bahkan, sejumlah warga pun ikut berkomentar.
“Sebagai bentuk seruan moral atas ucapan kotor Kades Pasirkembang terhadap profesi wartawan dan LSM, Insya Allah, Kamis depan kami akan berunjuk rasa di dua titik, yakni di Kantor Kecamatan Maja dan Kantor Dinas PMD Lebak,” ungkap Yayat Ruyatna, Ketua Forum LSM Kabupaten Lebak, Kamis, 13/06/2024.
Hal senada diungkapkan Ahmad Yani, Ketua Umum LSM Bentar Provinsi Banten. Menurutnya, jika kepala desa keberatan memberikan penjelasan saat dikonfirmasi awak media dan LSM, seharusnya tidak berucap kata-kata kotor, terlebih insiden tersebut terjadi di Kantor Kecamatan Maja, yang merupakan kantor pusat kegiatan administratur pemerintahan kecamatan.
“Insya Allah, jika tidak ada halangan, Kamis depan kami akan menggelar aksi unjuk rasa terkait ucapan kotor Kades Pasirkembang. Kami menganggap yang bersangkutan tak pantas menjadi seorang pemimpin, apalagi ucapan kotornya itu terjadi di Kantor Kecamatan Maja. Sungguh memalukan. Jika keberatan dikonfirmasi oleh wartawan dan LSM, cukup dengan bahasa yang santun off the record saja, mereka juga pasti paham,” terangnya.
Sementara itu, beberapa warga Desa Pasirkembang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, saat dijumpai awak media, mengaku kecewa dengan perilaku Kades dan sejumlah program serta kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai harapan mereka.
“Dulu juga sekitar tahun 2021, beberapa honor/insentif RT dan RW informasinya ada pemotongan, lalu mereka diberhentikan di tengah jalan, malah diganti yang baru,”
Program ketapang desa harus dicek, banyak juga keluhan dari kelompok. Terus terang saja, kami pun sebenarnya sangat kesal dengan sikap Pak Jaro. Cuma kami ini kan tidak bisa berbuat banyak. Mudah-mudahan adanya wartawan dan LSM bisa mengungkapkan permasalahan yang ada di Desa Pasirkembang ini agar ke depannya tidak bisa lebih baik lagi,” beber salah satu warga yang enggan di sebut namanya.
“Ya kalau ucapan Jaro begitu mah tidak sopan. Harusnya bisa menghargai LSM, wartawan, ya siapa pun juga harus bisa saling menghargai. Saya juga kalau digituin ya marah. Pak Jaro juga mungkin sama kalau dikata-katain begitu pasti marah,” ujar warga lainnya, kepada wartawan.(Adriyanto)
Editor : Benny




