Thursday, June 18, 2026
spot_img
HomeBantenPenangkaran Badak Jawa di Pandeglang Berpotensi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga

Penangkaran Badak Jawa di Pandeglang Berpotensi Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga

Google search engine
JBN 

Pandeglang – Wacana penangkaran Badak Jawa di kawasan Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) segera terwujud. Program ini tidak hanya bertujuan melestarikan satwa langka, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pandeglang melalui sektor pariwisata.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Ardi Andono, menyampaikan bahwa pemindahan Badak Jawa dari Semenanjung Ujung Kulon ke JRSCA sedang dalam tahap persiapan. “Kami telah melaporkan kepada Ibu Bupati bahwa proses pemindahan sedang berlangsung. Penangkaran ini bertujuan memperbaiki struktur DNA badak serta menarik wisatawan ke Pandeglang,” ujarnya saat bertemu Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, di Pendopo Pandeglang, Jumat (14/3).

Ardi menjelaskan bahwa proses penangkaran ini tidak mudah dan memerlukan kerja sama dengan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI). “Kami tengah melakukan simulasi pemindahan dengan metode V-trap, dibantu oleh Mabes TNI. Jika simulasi berjalan lancar, penangkapan sesungguhnya akan dilakukan sekitar April mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Badak Jawa di JRSCA akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, yang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar TNUK. “Kami berharap Ibu Bupati dapat membina pengelola homestay agar tersedia penginapan bagi wisatawan yang berkunjung,” tambahnya.

Dalam program penangkaran ini, sepasang Badak Jawa—betina dan jantan—akan ditempatkan di JRSCA untuk menghasilkan keturunan dengan kualitas DNA yang lebih baik. “Anak badak yang lahir nantinya akan dikembalikan ke alam liar. Sejak 2020 hingga 2025, sudah ditemukan 24 anak badak baru, sehingga struktur populasinya terus membaik. Saat ini, jumlah Badak Jawa diperkirakan mencapai 87 hingga 100 ekor,” jelas Ardi.

Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, menyambut baik rencana ini dan meyakini bahwa penangkaran Badak Jawa dapat menjadi peluang besar dalam membangun ekosistem ekonomi lokal. “Saya sangat antusias dan akan ikut dalam kegiatan ini. Semoga program ini membuka peluang usaha baru bagi warga serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian badak,” ujarnya.

Terkait pengelolaan homestay, Dewi Setiani berencana segera membahasnya dengan pihak terkait di wilayah buffer zone sekitar TNUK. “Kami akan berdiskusi dengan para camat agar tersedia homestay yang representatif, sehingga wisatawan merasa nyaman saat berkunjung,” pungkasnya.(Adriy)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini