JBN Serang – Warga Kampung Manggu, Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang, membongkar kembali proyek pemasangan paving block (PSU) sebagai bentuk kekecewaan. Aksi ini dilakukan karena hak mereka sebagai pekerja proyek tersebut belum juga dibayarkan hingga saat ini.
Menurut informasi dari masyarakat setempat, proyek paving block yang dikerjakan di wilayah tersebut sudah selesai beberapa waktu lalu. Namun, pembayaran upah kepada warga yang turut serta dalam pelaksanaan proyek tak kunjung dilakukan. Merasa diabaikan, warga pun memilih untuk membongkar kembali hasil pekerjaan tersebut sebagai bentuk protes.
“Saya sangat kecewa dengan Asep selaku pemborongnya. Pekerjaan sudah di-PHO (Provisional Hand Over), tapi sampai sekarang kami para pekerja belum juga dibayar. Kami sudah bekerja sesuai dengan permintaan dan menyelesaikan proyek ini, tapi hak kami malah diabaikan. Ini sangat tidak adil,” ungkap salah satu pekerja yang terlibat dalam proyek pemasangan paving block di Kampung Manggu, Desa Padarincang.
Sejumlah paving block terlihat dicabut dan ditumpuk di pinggir jalan, sementara beberapa warga tampak masih melanjutkan aksi pembongkaran.
Sementara itu, Asep yang disebut-sebut sebagai pemborong proyek paving block di Kampung Manggu, Desa Padarincang, hingga kini belum memberikan klarifikasi. Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Asep tidak memberikan jawaban, seolah menutup diri dari pertanyaan publik terkait keterlambatan pembayaran upah para pekerja.
Warga berharap pihak terkait segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan masalah pembayaran upah tersebut agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pihak pihak terkait.warga sangat berharap agar pembayar upah ini untuk segera diselesaikan.(Ben)




