JBN Pandeglang – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), kebutuhan listrik menjadi perhatian utama, terutama di wilayah yang menjadi destinasi wisata seperti Banten Selatan. Pasokan listrik yang stabil sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik di sektor rumah tangga maupun sektor pariwisata, seperti hotel, villa, restoran, rumah makan, hingga tempat wisata.
Humas PLTU Banten 2 Labuan, Shandy, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama momen Nataru. “Untuk menunjang Nataru, kami pastikan pasokan listrik aman. Keandalan pembangkit listrik menjadi prioritas utama kami,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (31/12/2024).
Menurut Shandy, PLTU Banten 2 Labuan adalah satu-satunya pembangkit listrik di jaringan 150 kV yang ada di Kabupaten Pandeglang. Pembangkit ini menjadi andalan utama untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Banten Selatan. “Sebagai pembangkit utama, kami berkomitmen menjaga stabilitas pasokan listrik agar masyarakat dan pelaku usaha bisa menjalankan aktivitasnya tanpa kendala,” tambahnya.
Selain itu, Shandy menjelaskan bahwa pihaknya juga menerapkan siaga piket khusus selama periode Nataru. Tim teknis siap siaga 24 jam untuk menangani potensi gangguan yang mungkin terjadi. “Kami sama seperti instansi lainnya. Selama Nataru, kami menjalankan siaga piket untuk memastikan pelayanan kepada konsumen berjalan dengan baik dan gangguan dapat ditangani secepat mungkin,” ungkapnya.
Keandalan pasokan listrik menjadi faktor krusial, terutama bagi pengelola hotel, villa, dan restoran yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung selama libur panjang. Jika terjadi pemadaman listrik, hal ini dapat menimbulkan keluhan dan berdampak pada pelayanan pelanggan.
Dengan upaya dan komitmen yang telah dilakukan oleh PLTU Banten 2 Labuan, masyarakat Banten Selatan diharapkan dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman tanpa khawatir akan gangguan listrik. (Adriyanto)




