JBN, Bogor – InfoTarget.id-Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026 merealisasikan pembangunan jalan beton di wilayah penghubung Desa Sukaharja dan Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Kegiatan dengan alokasi dana BPM Rp 500.000.000,- (BOP Max 5% BPM)* tersebut berupa pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan beton Fc’ 15 Mpa dengan panjang 717 meter, lebar 2,5 meter dan 3,0 meter. Pelaksana kegiatan adalah POKMAS KAD SAKANCANA TALASALAKA.
Ketua POKMAS, Yoyon Mujiono, saat ditemui crew InfoTarget.id di lokasi Kampung Cijulang RT 04 RW 09, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk menjelaskan, proyek ini merupakan pengajuan dari kelompok masyarakat tani. 24/09/2026
Saya Yoyon Mujiono, di proyek ini sebagai Ketua POKMAS dan juga sebagai petani di Desa Sukaharja. Kita dari POKMAS mengajukan ke desa, kebetulan ada program dari dana aspirasi yang dikelola oleh PUPR, akhirnya disetujui. Priorisasinya baru satu bulan ini, pengerjaan baru minggu kemarin,” ujar Yoyon.
Yoyon menjelaskan, sesuai aturan PISEW harus melibatkan dua desa. Desa Sukaharja sebagai desa pengusung dan Desa Tajurhalang sebagai desa penyangga.
“Saat ini yang dikerjakan 717 meter itu dibagi, karena program ini harus dua desa. Desa penyangga itu ada desa tetangga kita, Desa Tajurhalang mendapatkan 100 meter jalan, sisanya 617 meter di Desa Sukaharja,” jelasnya.
Jalan yang dibangun ini juga melibatkan RT, RW dan masyarakat setempat di Kampung Tajur Halang, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk.
Menurut Yoyon, jalan tersebut sejatinya sudah ada sejak zaman Belanda, namun tertutup karena aktivitas pertanian warga.
“Akses jalan sebetulnya dari zaman Belanda sudah ada, sudah bagus. Cuman seiring waktu berjalan petani mungkin menggarap tanahnya dibuang, digeser, akhirnya tertutup lagi jalannya. Tahun 2020 kita mulai pengerasan jalan dari ujung Jalan Garuda sampai ke Cijulang ini kurang lebih 1,5 kilometer,” ungkapnya.
Mayoritas warga di lokasi tersebut berprofesi sebagai petani hortikultura dan palawija.
“Mayoritas semua petani. Petani hortikultura, palawija, ada juga yang non kayu ya, semuanya ketahanan pangan. Kita di Poktan Mekarsari sekarang menggalakkan pertanian singkong, ubi ungu, sama tales,” kata Yoyon yang juga tergabung dalam Kelompok Tani Mekarsari yang diketuai Bapak Acim Ahmadullah.
Dengan adanya jalan beton tersebut, Yoyon berharap dapat membangkitkan semangat petani dan menarik investor untuk hasil panen, bukan untuk menggarap tanah.
“Harapannya mudah-mudahan dengan adanya jalan ini, kami berterima kasih kepada program PISEW tahun anggaran 2026. Mudah-mudahan ke depannya petani semakin semangat, semakin maju dan semakin banyak yang datang para investor. Tentunya bukan investor buat ngegarap tanah ya, tapi untuk bekerja sama dalam soal hasil panennya,” harapnya.
Saat ini pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa produk olahan seperti tepung aci, tepung ubi, Kusuka, Cucuba, dan tape, dimana bahan bakunya diambil dari petani di wilayah tersebut. Pungkas,
Penulis Jurnalis
Jurnalis jabodetabeknews.id
KAPERWIL JABAR
( HADRI ANDRIANSYAH/*JML)




