JBN Cileungsi – Para bandit pengoplos gas lpg 3 kg (subsidi) yang diduga kuat menjalankan operasionalnya di wilayah hukum Kecamatan Cileungsi makin menjadi-jadi dan terkesan brutal dalam menjalankan aksi jahatnya.
Bagaimana tidak, untuk memastikan keamanan dalam menjalankan aksi jahatnya, segelintir pelaku tanpa segan mengintimidasi hingga melakukan penahanan sepihak terhadap seorang wartawan yang sedang menjalankan kegiatan journalisme investigation terhadap sebuah gudang yang terindikasi dijadikan tempat pengoplosan gas melon.
Hadri Ardiansyah, Korwil media online JabodetabekNews.com (TM Group) ditahan dan dìintimidasi oleh segelintir oknum saat menjalankan kegiatan penelusuran dan investigasi di sebuah gudang yang berlokasi disekitar Jl Rajawali, Cileungsi Kabupaten Bogor, pada Senin (8/9/25).
“Awalnya saya mengikuti mobil losbak pengangkut Gas lpg 3kg di sekitaran Jl Raya Narogong Cileungsi hingga ke sekitaran Jl Rajawali. Dan mobil itu masuk ke dalam gudang yang seperti rumah agak jauh dari pemukiman warga . Saya pun mencoba mendatangi gudang itu dengan ungkapan hendak silaturahmi, dan diterima baik oleh supir losbak hingga minta nyuruh saya duduk di dalam (gudang) sambil si supir minta ijin ke saya mau telfon bos nya,” ujar Hadri.
Selang beberapa menit, masih Hadri menjelaskan, mobil terios hitam berikut satu motor beat datang ke gudang. Tanpa basa-basi, sosok oknum tinggi kekar bertato yang menggunakan motor beat langsung menghampiri dan mengintimidasi wartawan Hadri dengan nada cukup keras berikut gaya bak layaknya seorang preman.
“Habis tanya saya, suruh siapa kamu kesini? Lalu dengan nada tinggi yang naik beat hitam itu neken saya dengan kata-kata, kamu gak bisa keluar, saya gembok, silahkan lapor ke polisi dan bilang ke seribu wartawan sana. Dan nyatanya saya pun sempat ditahan didalam gudang sama dia,” jelasnya.
Guna memikirkan keselamatan nyawanya, wartawan JBN itu berinisiatif menghubungi Kanit Reskrim Polsek Cileungsi untuk memintakan pertolongan, namun naas, pesan whatsapp dan telfon kepada Kasat Reskrim Ipda Ari Badrau tidak mendapatkan respon.
“Saat dikunci didalam gudang sendirian saya sempat coba telfon Kasat Reskrim Polsek Cileungsi, Ipda Ari Badau, tapi tidak direspon. Termasuk saya kirim pesan lokasi saya saat itu, tetap tidak mendapat tanggapan dari beliau,” geram Hadri.
“Hingga akhirnya, dengan mencoba berkali-kali meminta maaf kepada oknum itu, saya pun alhamdulillah dibebaskan dari gudang. Bahkan sebelum saya pulang, saya masih ditanyakan lagi kamu orang mana, tinggal dimana dan kenal tidak dengan Bambang,” sambung Hadri yang sampai saat ini masih mencari tau sosok Bambang yang disebut-sebut itu.
Menanggai kejadian tersebut, Rendy Mamesah selaku Pemimpin redaksi JabodetabekNews.com yang juga Pimpinan umum. TM Group menyesalkan dan mengecam keras adanya tindakan intimidasi hingga penyekapan yang dialami oleh Korwil Bogor Timur oleh segelintir oknum yang diduga kuat merupakan para bandit pengoplos gas lpg 3 kg (subsidi) di wilayah Kecamatan Cileungsi tersebut.
Dia pun memastikan akan melaporkan kejadian yang menimpa Korwilnya tersebut ke Polres Bogor agar dugaan kegiatan aktivitas pengoplosan gas lpg 3kg bersubsidi berikut aksi intimidasi dan penyekapan terhadap jurnalis dapat segera ditindaklanjuti. (RDI)