Friday, April 17, 2026
spot_img
HomeMetropolitanPramono Anung Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta

Google search engine
JBN Jakarta – Pramono Anung memastikan hingga saat ini belum ditemukan laporan mengenai warga yang terinfeksi virus Nipah di Jakarta. Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia hingga antarmanusia.
Meski kondisi masih terpantau aman, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil langkah cepat guna mencegah potensi penyebaran virus tersebut.
Alhamdulillah sampai hari ini di Jakarta belum ditemukan yang terkena virus Nipah,” ujar Pramono di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (3/2).
Pramono mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Menteri Kesehatan RI untuk memantau situasi perkembangan virus Nipah. Ia juga menginstruksikan Dinas Kesehatan agar segera melakukan langkah antisipasi.
“Mudah-mudahan Jakarta segera mengantisipasi untuk itu dan saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera mengatasi, menangani itu,” katanya.
Selain virus Nipah, Pramono juga mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada terhadap penyakit lainnya, termasuk Leptospirosis yakni penyakit yang ditularkan melalui urine tikus, yang kerap mengintai warga saat musim penghujan.
“Mudah-mudahan Jakarta lebih tanggap, karena persoalan yang menyangkut virus Nipah, terus kemudian yang kemarin kencing tikus dan sebagainya, mudah-mudahan tidak terjadi di Jakarta,” tandas Pramono.
Seabagai informasi, Virus Nipah (Niv) ialah penyakit zoonosis berbahaya yang ditularkan dari hewan (terutama kelelawar buah) ke manusia, menyebabkan infeksi pernapasan akut dan ensefalitis (radang otak) fatal. Virus ini kembali mendapat perhatian karena wabah lokal di India pada awal 2026. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, konsumsi buah terkontaminasi, atau antarmanusia.
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi saat wabah di peternakan babi di Sungai Nipah, Malaysia dan Singapura pada tahun 1999, yang membuat ratusan orang sakit dan banyak yang meninggal.
Gejala Klinis Virus Nipah
Gejala infeksi virus Nipah dapat bervariasi dari ringan hingga sangat berat. Masa inkubasi-waktu antara terpapar hingga gejala pertama — biasanya berkisar 4–14 hari, tetapi dapat sampai beberapa minggu.
. Gejala awal mirip flu umum:
. Demam tinggi mendadak
. Sakit kepala
. Nyeri otot
. Mual, muntah
. Sakit tenggorokan
Seiring perkembangan penyakit, virus dapat menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan:
. Pusing dan kebingungan
. Mudah mengantuk atau penurunan kesadaran
. Kejang
. Ensefalitis (radang otak) yang cepat berkembang
. Komplikasi pernapasan berat yang bisa mengancam nyawa. (Red/*)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini