Saturday, April 18, 2026
spot_img
HomeUtamaDari Ledakan ke Makanan Bau: Dapur SPPG STIA Kota Serang Dinilai Abai,...

Dari Ledakan ke Makanan Bau: Dapur SPPG STIA Kota Serang Dinilai Abai, Publik Desak Tindakan Tegas

Google search engine
JBN Serang – Program pemberian makanan  bergizi gratis melalui SPPG STIA Kota Serang menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pada Jumat (10/04/2026), makanan berupa ayam yang dibagikan kepada penerima manfaat dilaporkan sudah berbau dan tidak layak konsumsi.

Program MBG ini diketahui menjangkau sebanyak 1.740 penerima manfaat di wilayah Kecamatan Serang, Kota Serang, meliputi layanan Posyandu dan sekolah. Namun, kualitas makanan yang disajikan justru memicu keluhan serius dari masyarakat.

Sejumlah penerima manfaat menyebutkan bahwa ayam yang diterima dalam kondisi tidak segar dan mengeluarkan bau tidak sedap. Bahkan, makanan tersebut akhirnya dikembalikan ke dapur karena dinilai sudah basi.

“Ompreng dikembalikan lagi ke dapur, masih ada isinya karena ayamnya bau,” ungkap salah satu warga.

Keluhan juga disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya (Mr. X), penerima manfaat di Posyandu. Ia mengaku sangat kecewa dengan kualitas makanan yang diterima kali ini.

“Saya sebagai penerima manfaat di Posyandu menuturkan, kali ini ayamnya bau bangke, maaf seperti ayam tiren. Kalau bau karena ungkep tidak seperti ini. Masih mending seperti hari-hari sebelumnya, makanannya sesuai. Lauk ikan-ikanannya juga biasanya baik,” ujarnya.

Kejadian ini menambah daftar persoalan dalam pengelolaan dapur SPPG STIA Kota Serang. Sebelumnya, pada Jumat (03/04/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, terjadi insiden ledakan pada alat pengering ompreng di dapur yang sama. Ledakan tersebut diduga akibat kelalaian pegawai dan pengawas dapur, hingga menimbulkan kepulan asap dan kepanikan di lokasi.

Rangkaian kejadian ini memunculkan pertanyaan serius terkait sistem pengawasan dan peran tenaga ahli gizi dalam memastikan kelayakan makanan yang disajikan kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan balita sebagai kelompok rentan.

Masyarakat pun mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur SPPG tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga meminta pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada pengelola dapur yang dinilai lalai.

“Harus ada tindakan tegas atau minimal teguran keras. Ini menyangkut kesehatan masyarakat, apalagi untuk anak-anak di sekolah dan balita di Posyandu,” ujar warga lainnya.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, terutama pemilik dapur MBG, guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi atas kejadian tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan investigasi serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. (Ben)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini