Friday, July 10, 2026
spot_img
HomeBogor RayaLuput dari Pengawasan, Diduga Revitalisasi Ruang Kelas SDN Kebon Kalapa Sukaraja Gunakan...

Luput dari Pengawasan, Diduga Revitalisasi Ruang Kelas SDN Kebon Kalapa Sukaraja Gunakan Matrial Besi Banci

Google search engine
JBN Sukaraja – Proyek revitalisasi ruang kelas SDN Kebon Kalapa Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor diduga tidak sesuai dengan spesifikasi gambar. Pekerjaan yang menyerap anggaran hingga diatas satu milyar tersebut menjadi sorotan prihal pemasangan besi pada ring balok lantai atas.
Dari hasil pantauan awak media dilokasi pekerjaan, ditemukan adanya perbedaan diameter besi yang telah terpasang pada tiang penyangga (pilar). Hal itu pun tidak ditampik oleh mandor pekerjaan, pihak yang bisa dikonfirmasi oleh awak media (prihal tidak adanya pelaksana dan pengawas) yang menjelaskan terkait tidak samanya besi yang terpasang.
“Kan RAB nya kilo bukan bobot, tapi itungannya kilo. Diameternya tetap 16, cuma lebih kecil (besinya), jadi isinya jadi 10 (besi),” ungkap Mandor pekerjaan saat memberikan penjelasan dilokasi, Rabu (9/10/24).

 

Disinggung akan dugaan penggunaan besi banci (jenis besi yang tidak memenuhi spesifikasi standar yang telah ditetapkan oleh SNI, Standar Nasional Indonesia) dari ke sepuluh besi yang telah dipasang.
“Ini kan kayaknya besi banci,” tanya awak media, disambut jawaban, “Iya, tapi kan diameternya lebih kecil jadi segini isinya jadi 10 (yang tampak terpasang justeru 8 batang besi-red),” terang mandor.

“Jadi ditambahin besinya jadi 10 ya, berarti tidak sesuai dengan spek dan gambar,” tanya awak media yang langsung dijawab “Jadi nggak mengurangi beban kiloan besi gituh,” jawab Mandor.
Diakhir dari penjelasan mandor pekerjaan, dia pun mengarahkan awak media untuk bisa mempertanyakan kepada konsultan pengawas. “Jadi untuk penjelasannya, bapak bisa tanyakan ke konsultan pengawas (yang kebetulan tidak ada dilokasi pekerjaan yang sedang dalam progres pengerjaan).
Selain itu, awak media juga mendapati jarak cincin besi (begel) yang mencapai hingga berkisar 23 cm dan 24 cm jarak begel kolom, yang turut patut diduga tidak sesuai dengan spek pekerjaan dari proyek milik Dinas Pendidikan (DISDIK) Kabupaten Bogor dengan Pagu Rp. 1.094.327.600,- dikerjakan oleh CV. PUTRI MAHAKAM KALISAMARINDO dan bertindak sebagai Konlultan Pengawas, CV. CATUR PRIMA KARYA.

Memenuhi saran dari pihak Mandor, awak media pun kembali mendatangi lokasi kegiatan yang berada di Jl Cimanadala Sukaraja itu untuk bisa mendapat keterangan dan penjelasan dari pihak konsultan pengawas pekerjaan maupun penyedia jasa (pelaksana). Namun sayangnya, dilokasi awak media kembali tidak bertemu dengan konsultan pengawas, dan hanya bisa menemui perwakilan pelaksana yang memang ditugaskan dilokasi proyek untuk bisa memfasilitasi berbagai kebutuhan logistik pekerjaan.
Dan dalam konfirmasi yang dilayangkan media ini, perwakilan pihak pelaksana yang juga memperkenalkan diri sebagai pernah menjadi bagian dari media itu menegaskan prihal penggunaan besi bekas pakai yang ditanyakan.
“Kalau besi bekas sih tidak ya, karena saya pun beli nya langsung di matrial,” jelasnya.
Dia pun mengatakan tidak memiliki kapastitas untuk memberikan penjelasn diluar konteks logistik (matrial) bangunan yang memang diketahui sudah ada pihak konsultan pengawas. Fajar pun menegaskan kepada awak media bahwasanya telah ada perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang telah mengecek dan datang melihat pekerjaan revitalisasi ruang kelas SDN Kebon Kalapa Kecamatan Sukaraja itu.
Ketika awak media mencoba mengubungi pihak konsultan pengawas pekerjaan yang diketahui diawasi oleh CV. CATUR PRIMA KARYA melalui pesan whatsappnya, justeru yang bersangkutan meminta waktu untuk bisa memberikan penjelasan, yang hingga berita ini ditayangkan masih tidak ada tanggapan resmi prihal hasil temuan dilokasi. (RDI/Tim)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini