JBNBekasi- Memperingati Hari Santri Nasional 2024, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi menggelar bakti sosial lintas agama dengan memberikan bantuan sosial dalam bentuk paket bahan makanan pokok atau sembako sejumlah 1000 paket sembako yang untuk dibagikan ke pada para santri dan yayasan-yayasan panti asuhan bagi yang membutuhkan. Acara kali ini bertemakan “Menyambung Juang Merangkuh Masa Depan” yang bertempat di Masjid Jami Attaqwa Jln. KH Noer Alie, Ujungharapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (31/10/2024).
Bakti sosial lintas agama ini adalah sebuah gagasan yang dibentuk Kepala Kementrian Agama Kabupaten Bekasi, H Shobirin S.Ag., M.Si., agar terbentuknya toleransi dan kerukunan antar agama khususnya yang berada di Kabupaten Bekasi. Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh kepala pondok pesantren saja, namun juga diikuti oleh tokoh lintas agama diantaranya dari tokoh umat Islam, Kristen, Budha dan Hindu, juga para santri. Para tokoh agama ini berbaur dengan para santri serta perwakilan dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang ada di Kabupaten Bekasi.

Kepala Departemen Agama Kabupaten Bekasi, H Shobirin S.Ag., M.Si., dalam sambutannya mengatakan, Hari Santri diperingati setiap Tanggal 22 Oktober yang merujuk pada sebuah peristiwa penting dalam sejarah perjuangan bangsa, yakni keluarnya Resolusi Jihad pada tahun 1945.
“Resolusi ini dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), yang menginstruksikan santri dan ulama untuk terlibat dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan”, ucapnya.
H Shobirin S.Ag., M.Si., juga mengatakan, Hari Santri tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan cinta Tanah Air.
“Hari Santri 2024 di Kabupaten Bekasi menjadi bukti kuat bahwa perbedaan agama dan keyakinan tidak menghalangi kebersamaan dalam merayakan hari-hari besar nasional, termasuk dalam menjaga nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan yang diwariskan oleh para pendahulu,” imbuhnya.





