Friday, June 19, 2026
spot_img
HomeBogor RayaGawat.. Selain Kakak Kelas, Ada Dugaan Peran Oknum Guru Dalam Kejadian Tindak...

Gawat.. Selain Kakak Kelas, Ada Dugaan Peran Oknum Guru Dalam Kejadian Tindak Kekerasan Fisik Kepada Siswa di SMKN 2 Kota Bogor

Google search engine
JBN Cibinong – Kejadian tindak kekerasan fisik (bullying) diduga terjadi di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 2) Kota Bogor, Jl. Pangeran Sogiri No.404. Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor pada Jumat (13/9/24). 
Siswa yang sebut saja si Putera (siswa korban) mengalami dugaan penganiyaan berupa tendangan dan pukulan oleh oknum pelaku yang diduga merupakan kakak kelas korban berikut dengan oknum guru (R).
Ditelusuri oleh tim media, Putera yang diketahui siswa kelas 10 di SMKN 2 Kota Bogor mengalami rasa sakit di dada kanan, sesak nafas, dan trauma cukup berat atas kekerasan fisik yang dialami saat jam dan dilingkungan sekolah.
“Masih siang sudah pulang, dan sampai di rumah sambil nunduk memegangi dada kanan dengan nafas yang cukup tersendap dan baju yang ada jiplakan seperti habis tendangan. Saya tanya kenapa, dia jawab sambil masih kayak nahan sakitnya bilang kalau habis digebukin sama kakak kelasnya,” ujar Ayah korban yang ditemui dikediamannya yang tidak jauh dari lokasi SMKN 2 Kota Bogor, Selasa (17/9/24).
“Sudah itu, yang bikin maikin buat saya gerah itu ketika anak saya menjelaskan kronologi kejadian yang mana katanya ada dugaan oknum guru inisial R menjadi pemicu tindak kekerasan fisik yang dialami anak saya,” sambungnya.
Mendapati kondisi anak dengan kronologi yang telah disampaikan oleh Putera, Ayah korban mengatakan langsung mendatangi sekolah dan ingin mendapat informasi akan kejadian yang dialami oleh anaknya.
“Saya datangi sekolah, ditemui saya oleh beberapa guru, termasuk si oknum guru (R) dan ada yang ngaku satgas ppa. Sedihnya, malah dalam forum itu justeru malah mengkesankan anaklah sebagai unsur yang salah, dan kesannya pantas menerima kondisi yang dialami oleh anak saya saat ini, yaitu penganiyaan dan kekerasan fisik,” geramnya.
“Bikin makin pedih saya itu ketika ada ucapan dari si oknum guru (R) kalau pemukulan dengan buku paket ke kepala siswa didik merupakan hal yang biasa. Yang mana hal itu yang menjadi puncak amarah anak saya yang tidak terima dengan hal itu dan akhirnya mengirim pesan kepada si oknum R dengan kata-kata menanantang,” ungkapnya.
“Pertanyaannya, kenapa si oknum kakak kelas (terduga pelaku) yang melakukan aksi keji ke anak saya di toilet dengan 10 teman lainnya itu harus ngucapin ke anak saya ngapain lo nantang nantang pak R. Dan memicu tindakan brutal dari para oknum kakak kelas terhadap anak saya yang timbulkan dampak fisik dan psikis cukup luar biasa ke anak saya,” tegasnya.
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini