JBN Citeureup – Pembesian pada proyek rehabilitasi ruang perpustakaan SDN Dukuh Kecamatan Citereup diduga tidak sesuai spek dan RAB (Rencana Anggaran Biaya).
Hal itu terkoreksi dari hasil ukur menggunakan sigmat oleh tim media ini saat meninjau kegiatan proyek pada Sabtu (26/7/25), yang tidak disertakan keberadaan pihak mandor (pelaksana) maupun konsultan pengawas.
Mbuy salah satu pekerja dilokasi mengatakan penggunaan besi untuk tiang slup yaitu dengan gunakan besi ulir ukuran (uk) 13 dengan cincin pengikat uk 8.
“Untuk tiang slup pakai besi ulir uk 13 pak. Untuk cincin kita pakai uk 8 pak,” ujar Mbuy selaku pekerja yang ditemui dilokasi pekerjaan.
Dia pun tidak bisa membantah tidak sesuainya besi ulir ukuran 13 dan uk 8 menurut hasil pengukuran besi menggunakan sigmat. Ia pun langsung berinisiatif mendorong media ini untuk langsung berkomunikasi dengan bos nya dengan memberikan kontak kontraktor.
Dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya, H Rukma selaku bos kontraktor yang mengerjakan proyek rehabilitasi ruang peroustakaan SDN Dukuh Kecamatan Citereup masih belum membalas.
Absennya konsultan pengawas dilokasi pekerjaan makin mengkhawatirkan adanya proses penggunaan besi ulir diduga banci (tidak sesuai spek-red). Kondisi itu diharap dapat menjadi perhatian serius dari Dinas Pedindidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.
Sebagai informasi, proyek rehabilitasi ruang perpustakaan di SDN Dukuh Kecamatan Citereup merupakan proyek penunjukan langsung (PL) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dengan nilai Pagu Rp. 196.200.000.000,- dikerjakan oleh CV Matahari Timur. (RDI/Fendi)