JBN Lebak – Ratusan karyawan Rumah Sakit Misi Lebak yang tergabung dalam Ikatan Karyawan Keluarga Misi (IKKAMI) akhirnya turun ke jalan dan menggelar aksi demo damai pada Rabu, 24 September 2025. Aksi tersebut berlangsung di area parkir Pastoran dengan penuh semangat dari para peserta aksi.
Dalam aksi itu, massa membawa spanduk tuntutan sambil menyuarakan hak-hak mereka yang dianggap diabaikan manajemen Yayasan Yatna Yuana Kasih dan Direktur RS Misi.
Setidaknya ada empat tuntutan utama yang disampaikan IKKAMI, yaitu:
1. Pemberian Jasa Pelayanan (Jaspel) kepada seluruh karyawan yang selama dua bulan tidak diberikan.
2. Segera menaikkan gaji karyawan yang tertunda, sesuai struktur skala upah yang berlaku berdasarkan Peraturan Gubernur.
3. Merombak kepengurusan Yayasan dan mencopot Direktur yang dinilai arogan.
4. Merealisasikan SK Direktur No. 222a/Dir-RSM/III/2025 tentang Pemberian Jaspel bagi karyawan RS Misi Lebak.
Ketua IKKAMI menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan teriakan hati para karyawan yang selama ini bekerja keras melayani pasien namun hak-haknya terabaikan.
Sebelumnya, pihak karyawan mengaku sudah beberapa kali mencoba melakukan mediasi dengan Direktur RS Misi terkait Jaspel, namun selalu menemui jalan buntu. Kondisi ini membuat karyawan semakin khawatir, mengingat Jaspel merupakan bagian penting dari pendapatan mereka.
“Bagaimanapun Jaspel adalah hak karyawan yang sudah disepakati dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan tertera dalam SK Direktur sebelumnya. Kami sebenarnya menyayangkan sikap direktur terhadap karyawan. Namun di tengah aksi ini, kami tetap mengutamakan pelayanan. Pelayanan pasien tetap berjalan sebagaimana mestinya. Harapan kami, setelah aksi ini ada tanggapan positif dari pihak pengurus RS maupun yayasan agar kesejahteraan karyawan bisa lebih baik lagi,” ungkap perwakilan IKKAMI.
Aksi berlangsung damai sejak pukul 07.30 WIB hingga siang hari, dengan penjagaan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan. Para peserta berkomitmen akan terus menyuarakan aspirasi hingga tuntutan mereka dipenuhi pihak manajemen.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak manajemen Rumah Sakit Misi maupun Yayasan Yatna Yuana Kasih belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi dan tuntutan karyawan.(Adriyanto)




