JBN Kota Bogor – Peringati Milad pertamanya, Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya lucurkan prgram inovatif bertajuk empaty terhadap keberlangsungan lingkungan dengan tagline ‘Pemuda Kuliah dari Pilah Sampah’. Program tersebut diklaim sebagai wujud memudahkan akses pendidikan bagi pemuda (finansial) melalui mekanisme tabungan sampah (ekonomis/terpilah) yang akan dikonversi menjadi dana pendidikan (mandiri).
Program Pemuda Kuliah dari Pilah Sampah memanfaatkan nilai ekonomis sampah anorganik sebagai sumber pendanaan pendidikan akan direalisasikan dengan menggandeng berbagai pihak diantaranya, pengelola sampah, perguruan tinggi, hingga stakeholder yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan persampahan.
Pada pernyataan resminya, Ketua Umum KPP, Beni Sitepu menjelaskan bahwa program Pemuda Kuliah dari Pilah Sampah merupakan jawaban atas persoalan akses pendidikan yang masih menjadi kendala bagi banyak pemuda dan pemudi yang hendak menempuh pendidikan.
“Kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi pemuda yang ingin melanjutkan pendidikan namun terhalang biaya. Dengan mengelola sampah secara terstruktur, pemuda dapat menabung untuk masa depan mereka,” ujarnya kepada media ini, Minggu (16/11/25) saat ditemui disalahsatu cafe di Jl Padjajaran, Bogor Kota.
Dia bilang, implementasi program itu pun merujuk terhadap pembentukan Bank Sampah Pemuda di seluruh Bogor Raya yang akan menjadi objek sarana pemberdayaan pemuda agar turut berperan dalam mengedukasi serta mensosialisasi akan kesadaran terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dalam menyikapi soal sampah.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dan mendorong keterlibatan lebih luas dalam gerakan ekonomi sirkular,” kata dia.
Diakhir Ketum KPP menegaskan, bahwa dengan diluncurkannya program ini, KPP Bogor Raya menegaskan visinya untuk menciptakan pemuda yang mandiri, berdaya, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui aksi lingkungan dan pendidikan. (RDI)