JBN Kab Bogor – Meyakini informasi yang diberikan berkesesuaian dengan realita, wistle blower pembuka kontak pandora dugaan aliran dana berbentuk gratifikasi dari para Kepala Sekolah SMP Negeri di Kabupaten Bogor mendorong insan media untuk membuat aduan masyarakat (dumas) ke Polres ataupun Kejari.
Narasumber (wistle blower) sebagai pihak yang telah membongkar adanya dugaan praktek gratifikasi di lingkungan Pendidikan melalui surat terbuka ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memastikan bahwa informasi yang telah dituangkan siap untuk dipertanggungjawabkan, termasuk ke jenjang proses hukum.
“Memang baiknya ditindaklanjuti ke tanah hukum. Silahkan saja buat dumas ke Polres atau Kejari agar dugaan ini jadi terang-benderang, dan jelas siapa yang melakukan fitnah ataupun kebohongan publik,” ujar J (inisial samaran) dari wistle blower kepada media ini, Jumat (19/6/26).
Tanpa menanggapi adanya ungkapan ‘hanya orang sakit hati’ yang dilontarkan Ketua MKS Dedi Budi Sumardi, narasumber (J) meyakini informasi yang disampaikan terkait dugaan forum MKKS sebagai wadah pengepul uang setoran ke Disdik bisa dipertanggung jawabkan dengan bukti ditangannya.
“MKKS itu menjadu pengepul uang setoran dari para Kepsek SMP Negeri untuk pejabat di Disdik Kabupaten Bogor. Dan dugaan dari informasi itu saya berikan kepada tekan media untuk bisa menjadi pertimbangan atas informasi yang saya sampaikan,” ucap dia.
“Itu percakapan WA antara salahsatu eks bendahara MKKS sub rayon ke salah satu pejabat Disdik. Dimana di percakapan itu juga tertuang 3 bukti transfer tertuju ke nama pejabat di Disdik yang pasti tidak asing dikalangan rekan-rekan jurnalis,” cetusnya.
Dengan melihat perkembangan adanya dua informasi saling berlainan yang diyakini menjadi sebuah kebenaran/fakta diantara Ketua MKKS dengan Narasumber (wistle blower/J), maka awak media berencana akan membuat dumas terhadap dugaan informasi yang sudah menjadi konsumsi publik tersebut. (RDI)