JBN Lebak — Gerakan Ayah Mengantar dan Mengambil Rapor Anak ke Sekolah mulai digaungkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Lebak, Banten. Gerakan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam pembentukan karakter dan prestasi belajar siswa.(12/25)
Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
Kementerian menegaskan bahwa keterlibatan orang tua, termasuk ayah, memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan akademik dan psikososial anak. Hal tersebut tertuang dalam berbagai program penguatan pendidikan karakter dan kebijakan Merdeka Belajar.
“Pendidikan tidak bisa hanya diserahkan kepada sekolah. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran utama dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” demikian disampaikan Kemendikbudristek dalam salah satu rilis resminya terkait penguatan peran keluarga dalam pendidikan.
Selain Kemendikbudristek, gerakan ini juga selaras dengan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melalui kampanye Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. KemenPPPA menilai keterlibatan ayah dalam aktivitas pendidikan, seperti pengambilan rapor, dapat meningkatkan rasa percaya diri anak serta memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.
“Kehadiran ayah dalam proses pendidikan anak merupakan bentuk pengasuhan positif yang sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan mental anak,” tulis KemenPPPA dalam panduan pengasuhan keluarga yang ramah anak.
Di Kabupaten Lebak, sejumlah sekolah mulai mengimbau agar pengambilan rapor tidak hanya diwakilkan kepada ibu, tetapi juga melibatkan ayah secara langsung. Pihak sekolah berharap momen pengambilan rapor dapat menjadi ruang dialog antara guru dan orang tua, terutama ayah, untuk membahas capaian belajar, perilaku, serta potensi anak ke depan.
Masyarakat pun menyambut positif gerakan ini. Banyak orang tua menilai kehadiran ayah di sekolah memberikan pesan moral kuat bagi anak bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu atau pihak sekolah semata.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan kesadaran peran ayah dalam dunia pendidikan semakin meningkat, sekaligus mendukung target pemerintah dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.




