Wednesday, April 22, 2026
spot_img
HomeBogor RayaPemasangan Besi H-Beem dan Dugaan Lantai Granite Kopong pada Proyek Rehabilitasi Ruang...

Pemasangan Besi H-Beem dan Dugaan Lantai Granite Kopong pada Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SDN Ciriung 01 jadi Sorotan

Google search engine
JBN Cibinong – Pemasangan besi H-Beam dan lantai granite pada proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Ciriung 01 Cibinong menuai pertanyaan tim media. Hal itu tersorot dari tidak ngeplaknya pemasangan baut pada besi H-Beam pada sambungan ke struktur beton, hingga adanya lantai keramik (granite) kopong didalam ruang kelas.
Informasi dari pekerja (tukang), prihal pemasangan besi H-Beam yang disorot oleh tim media, pihak pekerja tidak dapat mengetahui dikarenakan ada pihak lain yang memasangkan besi H-Beam tersebut. Untuk soal lantai keramik kopong, tukang menyebut karena belum keras corannya.
“Besi H-Beam itu setahu saya pihak dari tukang besi yang pasang. Kalau untuk lantai granite kopong, itu karena belum keras saja adukan corannya kang,” ujar salah satu tukang kepada media ini, Minggu (27/7/25).
Ketika dipertanyakan kenapa kondisi kopong keramik tidak merata pada satu hamparan lantai ruang kelas, dimana proses pemasangan diwaktu yang bersamaan, tukang tersebut langsung mendorong media ini untuk kembali di hari senin dan bisa langsung pertanyakan ke pengawas maupun mandor.
Faktanya, ketika pada Senin (28/7/25) tim media kembali meninjau lokasi, hasil cek ke lantai granite tetap dengan kondisi kopong pada beberapa bagian lantai granite di ruang kelas (atas). Lagi-lagi, tim media tidak berhasil mengkonfirmasi pihak pengawas ataupun pelaksana kegiatan dikarenakan tidak ada dilokasi proyek dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor itu.
Dilansir dari berbagai sumber, Pemasangan H-beam yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan berbagai risiko, termasuk kegagalan struktural yang serius, seperti runtuhnya bangunan atau bagian bangunan. Selain itu, pemasangan yang salah juga dapat mengurangi umur pakai bangunan dan meningkatkan biaya perawatan.
Resiko lantai granit yang kopong meliputi potensi kerusakan yang menular, cedera akibat lantai yang retak atau pecah, serta berkurangnya estetika ruangan. Lantai yang kopong juga bisa menjadi tidak rata, meningkatkan risiko terpeleset dan terjatuhnya siswa/i didik saat kegiatan belajar mengajar.
Sebagai informasi, proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN Ciriung 01 Cibinong merupakan proyek dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dengan nilai pagu Rp 182.800.000,- dikerjakan oleh CV. Dua Sahabat dengan Pengawasan Konsultan CV. Graha Kencana Konsultan dan ditargetkan rampung dikerjakan pada 31 Agustus 2025. (Efendi/Moh Ren)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini