Dedy Firdaus, Ketua PWI Kabupaten Bogor Masa Bakti Tahun 2024-2027 (kedua dari kanan). Foto/Tim
Namun saat sesi memaparkan visi misi, Alpin menyatakan mengundurkan diri dan akhirnya hanya menyisakan tiga calon saja.
Dari 62 suara yang yang berhak ikut menentukan pilihan pada pemilihan putaran pertama, Nurrofik berhasil meraih 30 Suara. Sementara Dedi Firdaus 29 suara dan Dedi Juliyawan mengantongi 2 suara dan ada 1 orang yang abstain.
Mengingat ketiga calon jumlah suara yang diraihnya belum ada yang mencapai 50+1, maka pemungutan suara dilakukan menjadi dua putaran. Dalam putaran kedua tersebut, Dedi Firdaus berhasil mengantongi 32 suara dan terpilih menjadi Ketua PWI kabupaten Bogor, sedangkan Nurofik meraih 30 suara.
Usai terpilih sebagai Ketua PWI periode 2024-2027, Dedi Firdaus meminta agar semua anggota wartawan yang tergabung di PWI Kabupaten Bogor, tetap kembali bersatu dan tidak terkotak-kotak atau terdapat aksi-faksi yang akan menganggu persatuan dan kekompakan seluruh anggota PWI Kabupaten Bogor, tanpa terkecuali.
âSaya meminta usai pemilihan ini semua wartawan di PWI Kabupaten Bogor kembali bersatu. Jangan ada lagi yang mengklaim saya pemilih si A atau si B,â tegas Dedi Firdaus.
Menurut Dedi, untuk program jangka pendek, pihaknya akan membentuk kepengurusan yang diisi oleh orang yang memiliki komitmen dalam memajukan PWI Kabupaten Bogor kedepan, untuk demi kesejahteraan anggota.
âKita bersatu kembali untuk memajukan PWI Kabupaten Bogor. Saya akan memilih orang-orang yang berkompeten dalam kepengurusan PWI Kabupaten Bogor periode 2024-2027, agar segala program bisa berjalan dengan baik,â jelasnya.
Hal senada juga dikatakan wartawan senior anggota PWI Kabupaten Bogor yang juga Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bogor Raya, Piyarso Hadi mengingatkan kepada kedua kontestan untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan menuju PWI yang lebih profesional, berwawasan, berintegritas dan beretika dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik
âMenang dan kalah itu hal yang biasa dalam sebuah sebuah pesta demokrasi. Saya minta, kita tetap menjaga kekompakan. Kita dukung yang menang, kita rangkul yang kalah,â ujar salah satu inisiator pembentukan PWI Kabupaten Bogor pada tahun 2008 silam. (Red/*)