Tuesday, April 21, 2026
spot_img
HomeBogor RayaHadiri Perayaan Natal 2025 Forum Pembaruan Kebangsaan, Ini Pesan Menyentuh Ketua Paguyuban...

Hadiri Perayaan Natal 2025 Forum Pembaruan Kebangsaan, Ini Pesan Menyentuh Ketua Paguyuban Muallaf Kabupaten Bogor

Google search engine
JBN Cibinong – Perayaan Natal 2025 Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) bersama umat nasrani se-Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, pada Sabtu (24/1/26) berlangsung secara hikmad, damai dan penuh dengan sukacita.
Bertujuan sebagai ruang silaturahmi lintas elemen masyarakat, mendorong dialog, serta toleransi, dalam penuturannya, Pdt. Nicky J. Wakkary, SE, M.Th (ketua panitia) mengharapkan momen ini kedepan dapat mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman suku dan agama.
Niat baik dari acara tersebut mendapat apresiasi dan perhatian serius dari Ketua Paguyuban Mualaf Kabupaten Bogor (PMKB) yang turut mengikuti kegiatan suci umat kristiani di Tegar Beriman.
“Pertama-tama kami mewakili para Mualaf yang tergabung dalam Paguyuban Mualaf Kabupaten Bogor mengucapkan selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi umat nasrani. Kami pun cukup apresiasi dengan gelaran perayaan natal ini dimana memiliki maksud tujuan yang cukup mulia untuk kebersaman umat bangsa, wabill khusus di Kabupaten Bogor ini,” ujar Jellino Ketua PMKB kepada media.
Tokoh pencetus PMKB itu pun juga mengapresiasi sikap menjunjung dan menghormati terhadap umat beragama oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto beserta dengan jajaran yang telah memberi ruang kepada para umat Kristiani dalam merayakan Natal 2025.
“Kami juga PMKB mengapresiasi sikap positif dan toleransi Bupati Rudy Susmanto terhadap keberagaman agama di Kabupaten Bogor ini. Kiranya sikap mulia dari Pak Bupati dapat menjadi doktrin yang baik untuk menularkan sikap toleransi terhadap sesama umat beragama di setiap sudut wilayah Kabupaten Bogor,” ucap dia.
Diakhir Jellino juga mendorong kebersamaan dan ke-eratan tali persaudaraan dari para umat beragama untuk bersatu menjaga kondusifitas keberagaman keyakinan agar tidak lagi timbul soal SARA di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor.
“Keberagaman beragama, suku dan ras sudah seharusnya justeru menjadi tombak pemersatu untuk menghadirkan keharmonisan di tengah lingkungan masyarakat. Dengan itu, maka kita sebagai umat ber-Agama bisa turut menjaga indahnya keragaman untuk persatuan,” tutupnya. (Nyok)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini