JBNJakarta – Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), Dr. John N. Palinggi, menegaskan bahwa perayaan Idul Fitri bukan sekadar tradisi keagamaan, melainkan momentum kemenangan besar yang sarat makna spiritual dan kemanusiaan.
Menurutnya, Idul Fitri adalah hari suci yang tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga menjadi kebahagiaan bersama seluruh umat manusia tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang.
Kemenangan Spiritual dan Kembali ke Fitrah
John menjelaskan bahwa makna utama Idul Fitri adalah kemenangan spiritual. Setelah menjalani ibadah puasa selama 30 hari di bulan Ramadan, umat Islam berhasil menahan lapar, dahaga, serta hawa nafsu dengan penuh ketekunan dan keikhlasan. “Ini adalah kemenangan batin. Umat Islam kembali kepada fitrah—bersih lahir dan batin, dengan hati yang dipenuhi ketulusan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Idul Fitri juga menjadi momen penyucian diri melalui zakat fitrah dan saling memaafkan, yang menjadikan setiap individu seolah dilahirkan kembali dalam keadaan suci.
Ungkapan Syukur dan Kepedulian Sosial
Lebih jauh, Idul Fitri adalah bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kekuatan dan berkah selama menjalankan ibadah puasa. Dalam momen ini, nilai solidaritas sosial semakin ditekankan melalui kewajiban zakat fitrah.
“Melalui zakat, umat Islam diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara yang kurang mampu, agar semua dapat merasakan kemenangan yang sama,” kata John.
Merajut Kembali Persaudaraan Tanpa Sekat
Ia juga menyoroti pentingnya Idul Fitri sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan antar manusia. Tanpa memandang perbedaan agama, suku, etnis, maupun status sosial, Idul Fitri menjadi ruang untuk membangun kembali kasih sayang dan kebersamaan.
“Ini adalah panggilan untuk kembali kepada kemanusiaan. Persaudaraan harus menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa,” tegas John yang sangat dekat dengan pimpinan ormas Muslim terbesar yaitu NU & Muhamadiyah.
Toleransi Indonesia: Dinamis dan Menguat
Menanggapi isu toleransi, John menilai bahwa kehidupan keberagaman di Indonesia berjalan dengan baik dan dinamis. Berdasarkan pengamatannya selama puluhan tahun dan pengalaman di berbagai negara, Indonesia justru menunjukkan tingkat toleransi yang tinggi.
“Toleransi itu dinamis, tidak bisa disamaratakan. Namun di Indonesia, semangat saling menghormati antarumat beragama sudah berjalan sangat baik,” ungkapnya.
Ia mengingatkan agar setiap konflik yang muncul tidak digeneralisasi sebagai kegagalan toleransi, melainkan dilihat sebagai kasus individual yang harus diselesaikan secara hukum.
Idul Fitri sebagai Energi Persatuan Bangsa
Dengan mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, Idul Fitri dinilai memiliki kekuatan besar dalam mempererat persatuan nasional. Semangat kembali ke fitrah diyakini mampu menghadirkan energi baru untuk membangun keluarga, masyarakat, hingga negara.
“Jika kita hidup rukun dan bersaudara, bangsa ini akan terus berjalan dan berkembang dengan baik,” katanya optimistis.
Makna Mudik: Rindu yang Menguatkan Ikatan Keluarga
Tradisi mudik juga mendapat perhatian khusus. John memaknai mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, melainkan ekspresi kerinduan untuk membangun kembali komunikasi dan kedekatan dengan keluarga.
“Pertemuan dengan keluarga membawa energi baru. Itu yang membuat seseorang kembali bekerja dengan semangat yang lebih besar,” jelasnya.
Pesan Harapan: Bangun Persaudaraan, Raih Berkah Kehidupan
Di akhir pernyataannya, Dr. John menyampaikan harapan agar semangat Idul Fitri terus hidup dalam keseharian. Ia mengajak seluruh umat untuk membangun persaudaraan sebagai kunci datangnya rezeki dan keberkahan. “Rezeki datang dari berbagai arah, tetapi syaratnya adalah hidup rukun dan damai,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada umat Islam: “Dari hati yang terdalam, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga membawa rahmat, taufik, hidayah, dan magfirah bagi kita semua.”
Tak lupa, ia mendoakan para pemudik agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan aman, serta memberikan apresiasi kepada aparat keamanan yang bertugas menjaga kelancaran perayaan Idul Fitri di seluruh Indonesia. (Rdi)




