JBN Jaktim – Bagi sebagian siswa, belajar di jurusan kejuruan identik dengan aktivitas yang sesuai dengan bidang yang dipilih. Namun, bagi Wahyu Meikel Saputra dan Febriyan Aji Pamungkas, pengalaman belajar tidak berhenti di ruang praktik Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Dari rilis resmi yang diterima media ini, Kamis (10/9/26), siswa TKR SMK Teratai Putih Jakarta tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk berkembang dapat datang dari berbagai kegiatan. Kali ini, mereka mencoba tantangan yang berbeda dengan mengikuti lomba Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Wira.
Perlombaan tersebut diselenggarakan di SMA Negeri 91 Jakarta Timur pada 23 Agustus 2026. Bersama peserta dari berbagai sekolah, Wahyu dan Febriyan membawa nama SMK Teratai Putih Jakarta dengan didampingi Bu Putri Hayama selaku pembimbing.
Sehari-hari, keduanya terbiasa dengan dunia otomotif. Di jurusan TKR, mereka mempelajari berbagai hal mengenai kendaraan dan keterampilan teknis yang membutuhkan ketelitian serta kerja sama.
Namun, PMR memberikan pengalaman yang berbeda. Di sini, mereka belajar mengenai kepedulian, tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, serta kesiapan untuk membantu sesama.
Perbedaan antara dunia otomotif dan PMR justru menjadi pengalaman tersendiri bagi keduanya. Mereka ditantang untuk beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus menerapkan sikap disiplin dan kerja sama yang selama ini juga mereka kembangkan melalui pembelajaran di sekolah.
Dengan persiapan dan semangat yang dimiliki, Wahyu dan Febriyan berusaha memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan.
Hingga akhirnya, kerja keras tersebut membuahkan hasil. SMK Teratai Putih Jakarta berhasil meraih Juara 2 dalam lomba PMR tingkat Wira.
Bagi Wahyu, pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus memberikan pelajaran baru.
“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa mendapatkan Juara 2 dalam lomba PMR ini. Prosesnya tentu tidak mudah, tetapi dari kegiatan ini saya belajar tentang kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pentingnya saling membantu,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Febriyan melihat keikutsertaannya dalam lomba bukan hanya dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang mereka jalani bersama.
“Bagi saya, mengikuti lomba ini bukan hanya tentang mendapatkan juara, tetapi juga tentang pengalaman dan proses yang kami jalani bersama. Kami belajar untuk tetap kompak, percaya diri, dan memberikan kemampuan terbaik,” ungkap Febriyan.
Berkembang di Luar Ruang Kelas, Bu Putri Hayama selaku pembimbing turut mengapresiasi usaha kedua siswa selama mengikuti perlombaan.
“Saya sangat mengapresiasi perjuangan Wahyu dan Febriyan. Mereka sudah berusaha dengan maksimal dan mampu menunjukkan kerja sama yang baik saat perlombaan. Juara 2 ini merupakan hasil dari kerja keras mereka,” tutur Bu Putri.
Keikutsertaan dua siswa TKR dalam lomba PMR menjadi gambaran bahwa pendidikan di SMK tidak hanya tentang keterampilan sesuai jurusan. Ada banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan karakter, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta keberanian untuk mencoba hal baru.
Dari ruang praktik TKR, Wahyu dan Febriyan terbiasa belajar mengenai dunia otomotif. Melalui PMR, mereka mendapatkan pengalaman untuk memahami nilai-nilai kepedulian dan kemanusiaan.
Perjalanan tersebut akhirnya bukan hanya menghasilkan sebuah prestasi, tetapi juga pengalaman yang dapat menjadi bekal bagi keduanya untuk terus berkembang.
Selamat kepada Wahyu Meikel Saputra dan Febriyan Aji Pamungkas atas pencapaian Juara 2 Lomba PMR Tingkat Wira.
SMK Teratai Putih Jakarta, Terus Berprestasi, Berkarya, dan Menginspirasi. (Red/*)