JBN Cibinong – Pasca berkali-kali gelar demonstrasi guna pertanyakan transparansi realisasi penyaluran Dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), Liga Mahasiswa Indonesia Timur (LIMIT) akhirnya diterima audiensi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.
Alih-alih bisa mendapat informasi yang diharapkan, realitanya, kumpulan mahasiswa Kabupaten Bogor yang dikomandoi oleh Mustofa justeru terkesan justeru menegaskan hanya mendapat fakta pepesan kosong dalam forum audiensi dengan Sekertaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Bogor.
“Hasil diskusi pada aundensi kali ini kami menilai bahwa dinas pendidikan kabupaten Bogor telah melanggar UU no 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,” ujar Mustofa, perwakilan LIMIT kepada media ini, Senin (10/11/25).
“Kami mempertanyakan terkait dengan 16 sekolah yang ada di kabupaten Bogor yang belom mengembalikan sisa anggaran Dana BOSP kepada Disdik Kabupaten Bogor, namun bantahan dari dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengatakan bahwa hasil audit dari Inspektorat kabupaten Bogor bahwasanya sisa anggaran tersebut telah dikembalikan langsung ke negara,” sambung dia.
Padahal, masih Mustofa menjelaskan, hasil rekomendasi dari BPK-RI Bahwasanya sisa anggaran tersebut harus dimasukkan ke Kas daerah. “Maka dari itu ketua LIMIT meminta data terkait hasil audit dari inspektorat mereka mencoba menghalangi kami untuk mendapatkan informasi tersebut,” terangnya.
LIMIT menilai, nihilnya penjelasan secara objektiv dan transparan terhadap informasi pada audiensi tersebut, cenderung memicu indikasi bahwa terdapat spekulasi prihal sisa anggaran yang menjadi fokus dari Liga Mahasiswa Indonesia Timur.
“Kami menduga bahwa sebagian besar jika benar dikembalikan ke negara maka DISDIK kabupaten Bogor akan mendapat bagian dari Sisa anggaran itu. Kalopun benar demikian ini akan masuk ke dalam kasus korupsi kerna tidak sesuai dengan mekanismenya,” tuturnya.
“Pun kami menilai bahwa DINAS PENDIDIKAN kabupaten Bogor di masa kepengurusan ini tidak becus dalam mengawal serta mendampingi sekolah-sekolah yang ada di kabupaten bogor,” pungkasnya.
Sebagai informasi, audiensi pasca adanya demonstarsi dihadiri oleh dua pihak dari LIMIT, Sekertaris Dinas Pendidikan, perwakilan Polres Bogor dan Pol PP Kabupaten Bogor. (Tim/*)