Saturday, June 27, 2026
spot_img
HomeJakarta RayaKekerasan di Satuan Pendidikan Rentan Januari-September 2024 Menewaskan Hingga 7 Peserta Didik

Kekerasan di Satuan Pendidikan Rentan Januari-September 2024 Menewaskan Hingga 7 Peserta Didik

Google search engine
Indonesia sudah masuk tahap Darurat Kekerasan Terhadap Anak di Satuan Pendidikan, oleh karena itu FSGI mendorong Pemerintahan Baru Melanjutkan Program Pencegahan dan penanganan Kekerasan Di Satuan Pendidikan. Untuk itu FSGI menyampaikan rekomendasi sebagai berikut :
1. FSGI mendorong Pemerintahan yang baru, khsusunya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk terus melanjutkan program-progarm pencegahan dan penanganan Kekerasan Di Satuan Pendidikan mengingat Indonesia sudah memasuki tahap darurat kekerasan terhadap anak.
2. FSGI mendorong Kemendikbudristek terus melakukan sosialisasi dan bimbingan tehnik untuk memastikan Permendikbudristek 46/2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP) dapat diimplementasikan dengan tepat di satuan Pendidikan melalui Tim PPK dan kebijakan pimpinan satuan Pendidikan;
3. FSGI juga mendorong Kementerian Agama RI menerapkan kebijakan yang sama dengan Kemendikbudristek dalam mencegah dan menanganani kekerasan di satuan Pendidikan dan implementasi serta Bimtek PMA No. 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual di Madrasah dan Pondok Pesantren.
4. FSGI mengapresiasi Direktorat SMP Kemendikbudristek yang pada tahun 2023 telah melakukan sosialisas secara masif dan mulai memberikan Bimtek bagi tim PPK sekolah agar Permendikbudristek 46/2023 dapat di pahami dan diimplementasikan oleh sekolah, demi mewujudkan sekolah aman, nyaman dan menyenangkan tanpa kekerasan.
5. FSGI mendorong Tim PPK sekolah dapat mempelajari Persekjen Kemendikbudristek Nomor 49/M/2023 tentang Petunjuk Teknis tatacara pelaksanaan pencegehan dan penanganan kekerasan di satuan Pendidikan, mengingat banyak sekolah yang belum tahu juknis ini dan masih kebingungan dengan penanganan kekerasan di satuan Pendidikan.
6. FSGI mendorong ada pelatihan bagi para pendidik untuk mengontrol emosi saat menghadpai perilaku peserta didik yang tidak tepat. Karena kasus menghukum squat jump 100x dan melempar kayu berpaku pada santri sebagai bentuk pendisiplinan, ternyata mengakibatkan korban jiwa, peserta didik meninggal dunia. (*)

 

Sumber berita : Rillis resmi FSGI/Retno Listyarti (Ketua Dewan Pakar FSGI)
Editor: RDI
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini