JBN Lebak – Perayaan ulang tahun ke-17 UP3 Banten Selatan yang seharusnya menjadi momen kebanggaan justru berubah menjadi sorotan tajam publik. Di tengah gegap gempita acara, mencuat dugaan serius: listrik milik negara yang dikelola PLN justru menghidupi tambang batu bara ilegal di Kampung Cibobos, (jumat,08/08/2025).
Fakta ini makin mencengangkan setelah terungkap dugaan 90 titik sambungan listrik yang mengalir ke lokasi tambang ilegal tersebut. Ironisnya, tragedi pun telah terjadi. Seorang pekerja tambang diduga tewas tersengat listrik yang diduga berasal dari pasokan PLN ke area tambang ilegal itu.
Informasi ini diungkap oleh Ikbar Nugraha, bagian umum, keuangan, dan komunikasi PLN UP3 Banten, saat menemui massa aksi dari Relawan Pembela Masyarakat (RPM) dan LSM PKN yang berunjuk rasa di depan kantor PLN. Para demonstran menuding adanya keterlibatan oknum di internal PLN, mengingat mustahil sambungan sebesar itu lolos dari pantauan tanpa sepengetahuan pihak berwenang.
“Kami menuntut PLN menghentikan semua sambungan ilegal dan mengusut tuntas oknum yang bermain. Korban sudah jatuh, jangan tunggu nyawa melayang lagi,” tegas salah satu orator aksi di tengah teriakan massa.
Hingga berita ini diturunkan, PLN UP3 Banten Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Bungkamnya PLN di tengah fakta adanya korban jiwa dan 90 titik sambungan ilegal membuat publik bertanya-tanya: apakah perusahaan pelat merah ini sedang melindungi pelaku, atau menunggu masalah ini tenggelam di tengah euforia perayaan HUT?
Bagi warga, kasus ini adalah alarm keras: listrik yang dibayar rakyat ternyata diduga menghidupi industri ilegal yang merusak lingkungan, merugikan negara, dan kini telah memakan korban jiwa.(Adriyanto)




