JBN Jakarta – Perumda Delta Tirta Sidoarjo sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk investasi dalam penyediaan air bersih. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kendala peningkatan kapasitas air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat sidoarjo. Perumda delta tirta sidoarjo, membutuhkan tambahan kapasitas air sebesar 7.220 liter per detik.
“saat ini pdam idoarjo memang tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta untuk investasi dalam penyediaan air bersih, hal ini dilakukan untuk mengatasi kendala peningkatan kapasitas air bersih yang dibutuhkan oleh masyarakat sidoarjo,” kata direktur utama perumda delta tirta sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T usai mengisi acara talkshow strategis bertajuk “kerjasama investasi menuju indonesia swasembada air” yang di gelar oleh pt. tigalapan investama group di acara indonesia water and wastewater expo & forum (iwwef) 2025, jakarta (12/6/2025).
menurut dwi hary kerja sama dengan pihak swasta ini merupakan upaya pdam sidoarjo untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat, terutama di musim kemarau yang menyebabkan penurunan debit air. pdam juga melakukan berbagai upaya lain, seperti inspeksi sumber air baku dan berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk balai besar wilayah sungai (bbws) brantas.
“kerja sama dengan pihak swasta ini merupakan upaya pdam sidoarjo untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat,terutama di musim kemarau yang menyebabkan penurunan debit air,” tambahnya.
pemerintah pusat juga mendorong kerja sama dengan pihak swasta dalam penyediaan air bersih, dengan proyeksi investasi infrastruktur sebesar rp123,5 triliun, sebagian diharapkan dari swasta. hal ini menunjukkan bahwa upaya pdam sidoarjo sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mengatasi masalah penyediaan air bersih.
sementara itu, komisarispt tigalapan investama group mohd reza pahlevi mengatakan bahwa untuk mencapai 100 air bersih tersebut, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta keterlibatan aktif pihak swasta. menurutnya, infrastruktur dasar seperti perpipaan menjadi kunci utama yang harus segera dibenahi agar hak rakyat mendapatkan air bersih bisa terpenuhi secara merata.
“kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting, karena pemerintah pusat tidak bisa mengandalkan dana sendiri. diperlukan sinergi dengan pihak swasta melalui mekanisme kpbu (kerjasama pemerintah dan badan usaha) dan b2b,” ujar reza.




