Wednesday, July 29, 2026
spot_img
HomeUtamaUsai Terseret Kasus Tambang Ilegal Blok Jengkol di Polda Banten, Ada...

Usai Terseret Kasus Tambang Ilegal Blok Jengkol di Polda Banten, Ada Apa Sadun, Sali dan Kartam Justru Keliling Rekam Lubang Tambang di Cihara?

Google search engine
JBN LEBAK – Situasi di wilayah tambang batu bara ilegal di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten kembali memanas. Tiga nama yang sebelumnya disorot dalam dugaan aktivitas tambang ilegal di Blok Jengkol, Desa Karangkamulyan, yakni Sadun, Sali dan Kartam, kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Ketiganya diketahui tengah berproses dalam penanganan aparat kepolisian setelah sebelumnya dipanggil oleh Polda Banten terkait dugaan aktivitas tambang ilegal. Namun di tengah proses tersebut, mereka justru diduga melakukan aksi yang memicu tanda tanya warga.

Alih-alih fokus menghadapi persoalan hukum yang sedang berjalan, ketiganya disebut-sebut malah berkeliling ke sejumlah titik tambang di wilayah Cihara untuk mengambil foto dan video di lubang tambang milik penambang lain.

Informasi yang dihimpun awak media dari warga setempat yang enggan jati dirinya diketahui (mr-x) menyebutkan, aktivitas tersebut telah berlangsung selama dua hari terakhir. Sadun, Sali dan Kartam terlihat mendatangi beberapa blok tambang hanya untuk mengambil dokumentasi visual.

“Saya juga heran melihat mereka. Masalah mereka sendiri saja belum selesai di Polda Banten, kok malah keliling mencari-cari kesalahan orang lain dengan memfoto dan merekam aktivitas tambang,” ujar seorang warga kepada awak media, Selasa (10/03/2026).

Warga menyebut, ketiganya tampak bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain di wilayah tambang Cihara.

“Sudah dua hari ini mereka keliling bertiga. Katanya mengambil gambar di lubang-lubang tambang di beberapa blok seperti Cioray, Ledeng, Ciherang, dan blok-blok lainnya yang bisa mereka jangkau,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu dari ketiga orang tersebut, yakni Sali, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat WhatsApp membantah tudingan tersebut.

Awak media sebelumnya mengirimkan pesan konfirmasi:

“Konfirmasi sedikit Kang Sali. Saya Ben dari media Tabloidmantap Grup Jabodetabeknews. Apa benar tadi akang foto-foto di lokasi tambang bersama dua rekan lainnya Sadun dan Kartam? Apa tujuan mengambil foto di lubang tambang di berbagai blok? Terima kasih.”

Menanggapi hal tersebut, Sali membantah adanya aktivitas yang dimaksud dan menyebut hal itu hanya candaan.

“Tidak benar itu bang, cuma tadi Abah Sadun ngalalagaken budak doang. Sebagai naon kami poto-potona nu kitu, lain bang etamah,” jawabnya melalui pesan WhatsApp.

Sali kemudian menjelaskan maksud dari pernyataannya tersebut.

“Tidak benar itu bang, cuma tadi Abah Sadun bercandain teman-teman saja. Sebagai apa kami foto-foto yang seperti itu, itu mah hanya bercanda,” ujarnya.

Di sisi lain, warga lain yang mengetahui persoalan tersebut yang lagi lagi enggan di sebut namanya (mr-x) menegaskan bahwa hingga kini ketiga nama tersebut masih berproses di Polda Banten, tepatnya di Unit Kriminal Khusus (Krimsus). Bahkan, menurut informasi yang beredar di masyarakat, sebelumnya pihak kepolisian juga telah melayangkan panggilan kedua kepada mereka.

“Setahu saya kasus mereka masih berjalan di Polda Banten. Bahkan kemarin-kemarin juga ada panggilan kedua dari penyidik, tapi mereka tidak hadir,” ujar warga lainnya.

Situasi ini membuat warga berharap agar ketiganya tidak memperkeruh keadaan di lapangan. Masyarakat meminta mereka untuk fokus menyelesaikan persoalan hukum yang sedang dihadapi, bukan justru memicu polemik baru di wilayah tambang.

“Kami berharap jangan mencari-cari kesalahan orang lain. Lebih baik fokus saja menyelesaikan masalah hukum yang sedang dihadapi,” pungkas warga.

Hingga berita tayang, awak media masih terus mencoba mengkonfirmasi pihak Direktoral Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten guna mendapatkan informasi terkait penangan kasus yang saat ini masih terus berproses di polda banten. (Ben)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini