Saturday, June 6, 2026
spot_img
HomeBantenBulan Bung Karno 2026 Digelar di Lebak, Hasto Ajak Generasi Muda Warisi...

Bulan Bung Karno 2026 Digelar di Lebak, Hasto Ajak Generasi Muda Warisi Semangat Kebangsaan

Google search engine

LEBAK – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Lebak menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali pemikiran, gagasan, dan semangat perjuangan Bung Karno kepada generasi muda. Kegiatan yang diinisiasi Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, tersebut berlangsung di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (2/6/2026).

Acara ini dihadiri Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bersama Bonnie Triyana dan Ketua Panitia Bulan Bung Karno 2026, Ubaidillah Muchtar. Kehadiran mereka menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang bertujuan membumikan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Sang Proklamator.

Dalam keterangannya kepada awak media, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar agenda peringatan tahunan, melainkan sarana untuk menghidupkan kembali ide, gagasan, dan pemikiran Bung Karno agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman, khususnya bagi generasi muda Indonesia.

Menurut Hasto, semangat perjuangan Bung Karno yang berpihak kepada rakyat kecil dan kaum marhaen masih memiliki relevansi kuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam memperjuangkan keadilan sosial, demokrasi, serta kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Karena itu, ruang demokrasi harus tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, masukan, maupun pandangan terhadap jalannya pemerintahan dengan tetap menjunjung tinggi kecintaan terhadap tanah air.

“Republik ini lahir dari cita-cita kemerdekaan yang sejati, termasuk kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat. Karena itu, tidak boleh ada pembungkaman terhadap mereka yang menyampaikan pandangan dan masukan demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto menyampaikan bahwa Bulan Bung Karno juga menjadi bagian dari gerakan untuk hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil melalui perubahan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
Menurutnya, pembangunan nasional harus dilandasi semangat persatuan dan kesetaraan tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Komitmen terhadap bangsa dan negara menjadi ukuran utama dalam membangun Indonesia yang lebih maju.

Selain itu, Hasto menilai pemikiran Bung Karno masih sangat relevan dalam mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki idealisme kuat, memperkuat pembangunan kebudayaan nasional, serta menciptakan perekonomian yang bertumpu pada kekuatan rakyat sebagai motor utama produksi nasional.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari visi besar Bung Karno dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, riset dan inovasi harus menjadi fondasi pembangunan agar Indonesia mampu bersaing sekaligus mengambil peran penting di tingkat dunia.

“Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dalam pemikiran Bung Karno untuk mendorong kemajuan bangsa serta memperkuat posisi Indonesia di berbagai bidang, baik ekonomi, kebudayaan, olahraga, maupun ekonomi kreatif,” kata Hasto.

Rangkaian Bulan Bung Karno 2026 akan diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pameran foto, surat, dan komik Bung Karno, Festival Kuliner Mustikarasa, diskusi kebangsaan mengenai pemikiran Bung Karno, hingga kegiatan istigasah dan haul Bung Karno.

Melalui berbagai agenda tersebut, panitia berharap generasi muda semakin mengenal dan memahami warisan pemikiran, perjuangan, serta semangat kebangsaan Bung Karno yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini