JBN Kab Bogor – Pernyataan cukup meyakinkan dari pihak pelaksana pada proyek pembangunan Jalan Simpang Daralon, Cibinong, mendapat koreksi dari pengamat konstruksi dari Ikatan Ahli Konstruksi Indonesia (IAKI).
Ikhwal dari adanya kegiatan penelusuran investigasi tim media ke lokasi yang mengindikasikan adanya dugaan kurangnya maksimal pengaspalan pada lapisan permukaan yang biasa disebut AC WC ((Asphalt Concrete – Wearing Course) diklaim oleh pihak pelaksana telah berkesesuai.
“Sudah,” ujar Moha selaku pihak pelaksana kegiatan pekerjaan proyek menjawab secara singkat melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmas awak media dengan melampirkan foto terkait gelaran AC WC tersebut, Selasa, (24/5/25).
Pandangan berbeda justeru disampaikan Pengamat Kontruksi dari IAKI, Nurhadi Pakaya, S.T., saat dimintai tanggapan melalui saluran telepon dengan dikirimkan video dan foto hasil kegiatan pengerjaan pengaspalan pada penelusuran tim media di lokasi proyek.
Menurut Nurhadi Pakaya, S.T., dalam pengamatannya terhadap hasil gelaran AC-WC dalam foto mengatakan, ada dugaan kurang berfungsinya kompor pemanas (finisher aspalt), sehingga material yang digelar diduga pada suhu panas tidak maksimal.
“AC-WC nya jelek banget. Itu dipaksa digelar walaupun dugaan kuatnya kondisi panasnya kurang,” ujar Nurhadi Pakaya, S.T.
Lebih lanjut Nurhadi Pakaya menjelaskan, musuh AC-WC, AC-BC dan Ac-Base itu air, jadi bila pori-pori gelaran seperti dalam foto akan mudah masuk air, sehingga cepat rusak.
“Musuh utama AC-WC adalah air, dengan hasil gelaran seperti itu paling sekali kena hujan selama satu (satu) jam pasti rusak,” sambungnya.
Diakhir, Pengamat yang juga merupakan Ketua IAKI dari salah satu Provinsi itu mendorong pihak pengawas pekerjaan di setiap pekerjaan yang dibiayai oleh APBD maupun APBN untuk maksimal mengawasi secara maksimal kegiatan pekerjaan.
“Pengawas juga harus teliti dan konsisten dengan kompetensinya menjalankan pengawasan pada setiap proyek pemerintah baik itu pusat maupun daerah. Karena kurang baiknya hasil pekerjaan pada proyek, berpotensi mengurangi kemanfaatan bagi penerima manfaat, yaitu masyarakat luas,” tutupnya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan jalan Simpang Daralon dikerjakan oleh penyedia jasa CV. Kirana Berkah Abadi dan bertindak sebagai Konsultan Pengawas CV. Catur Prima Karya, dibiayai APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp. 2,2 miliar lebih, dengan masa pelaksanaan 60 (Enam puluh) hari kalender.
Sebagai tambahan informasi, sebelumnya tim media telah menjalankan penelusuran ke lokasi proyek tersebut sekira tanggal 09 Mei 2025 dengan dituangkan pada berita di media ini di hari yang sama. Dalam penelusuran tersebut, tim tidak bisa menghimpun informasi tekhnis proyek dikarenakan pihak konsultan pengawas tidak berada dilokasi. (Tim)