Saturday, June 27, 2026
spot_img
HomeDepokDi duga kriminalisasi warga, oknum Polsek beji ikut terlibat

Di duga kriminalisasi warga, oknum Polsek beji ikut terlibat

Google search engine
JBN Kota Depok – 26 November 2025
Pasca kejadian aksi tawuran di jalan Ridwan Rais depan SMP/SMA Muhammadiyah kelurahan Beji Timur. Kecamatan Beji Depok.
Saat di temui awak media di ruang tahanan. pelaku tawuran berinisial “H” dengan laporan LP / B/82/X/2025/SPKT/SEk Beji/resdepok/PMJ. menceritakan
” Saya tidak langsung membacok korban, awal nya korban yang menggunakan senjata celurit nya sendiri ingin membacok saya saat tawuran. Kemudian senjata itu terjatuh,lalu saya mengambil senjata tersangka dan memukul balik. Saya baru 18 Tahun bang ini aja saya sebenernya ujian sekolah, Ujarnya
Dan tersangka berinisial “D” menambahkan dan menjelaskan “sebenernya Awalnya mereka yang nge DM kita lewat media sosial Instagram bang, “ngajak ribut, kita janjian nih…pas ketemu saya di bacok dibagian tangan sebelah kiri pas sikut saya sudah jait luar dalem 6 jaitan dan tangan kanan dekat urat nadi 25 jahitan bang,seharusnya saya yang nuntut bang kenapa saya jadi tersangka,tuturnya
Ditempat terpisah Informasi yang diterima dari keluarga ” H ” ibu tersangka saat di konfirmasi di kediaman nya menceritakan. “Saya cuma penjual cilok pak, Saya Shok pas saya dateng ke Polsek Beji ,diminta uang pengobatan sebesar 20jt oleh pihak keluarga korban tidak bisa kurang lagi titik yah ucap bapak si korban saya ngga sanggup pak dan ngga ada uang,sedangkan saya untuk makan saja pas-pas an ,ucapnya
begitu pun menurut orang tua tersangka , “Saya juga langsung diminta uang administrasi oleh oknum polisi berinisial “Bripka YHL” ,dia bilang ibu juga harus siapkan uang sebesar 10jt untuk admin dan tidak bisa ditawar lagi, saya sudah pasrah pak rasanya sudah tidak ada rasa keadilan buat orang susah seperti saya,ujar nya.
Sehingga perwakilan keluarga pelaku mencoba memediasi langsung ke kediaman keluarga korban. Saat korban yang di wakili oleh ayah kandung korban menerima uang santunan sebesar 1.5 juta ayah korban mengucapkan menerima dan akan mencabut laporan di sektor Beji sesuai didalam surat perjanjian damai.

Keesokan hari nya sesampai ingin mencabut laporan di Polsek Beji, saat ingin mencabut laporan di Polsek Beji ayah korban berubah dan meminta uang pengobatan sebesar 20jt
Keluarga dan perwakilan tersangka yang merasa dalam pertemuan mencabut laporan korban saat itu menilai ada intimidasi oknum kepolisian yang mengahambat ada nya korban untuk mencabut laporan .
Saat berita ini ditayangkan menurut informasi keluarga tersangka akan membuat laporan tandingan atas dugaan kriminalisasi dan penipuan ke Polres Resort Depok ,dan akan mengadukan ke KPAD Kota Depok untuk melindungi anaknya yang digabungkan oleh tahanan kriminal dipolsek beji.
Awak media sampai saat ini mengawal proses perkara ini sampai tingkat lanjut.(Team/Red)
editor: Effendi 
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini