Hasyim saat berpidato di Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS)
Pada dialog ini juga, FORMAS menghadirkan 5 orang narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman di Bidang Pendidikan.
Kelima narasumber tersebut Dewan Pakar Vox Point Indonesia/ Alumni PPRA 46 Lemhanas RI SY Soeharso, Dewan Pengawas Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Dhitta Puti Sarasvati, Ketua Tim Naskah Akademik Jabar Masagi Ifa Hanifsh Misbach, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Alpha Amirrachman, dan Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman.
Salah satu narasumber yang dihadirkan, Dhitta Puti Sarasvati mengingatkan secara tegas, bahwa gagasan pendidikan untuk Indonesia Emas tahun 2045 terlalu ketinggian. “Indonesia Emas 2045 itu hanya akan menjadi mimpi jika kondisi pendidikan nasional masih seperti sekarang ini,” tandas Dita.
Ia membeberkan, pihaknya masih menemukan banyak sekali guru pendidikan dasar tidak mampu mengajar, bahkan untuk pelajaran perkalian dan penambahan. “Ketika satu Indonesia dibuat terkejut ada anak SMP tidak tahu membaca, kami justeru tidak kaget sama sekali. Karena itu persoalan yang terjadi dilapangan,” tutur Dita.
Sebelumnya, narasumber dari PP Muhammadiyah Alpha Amirrachman memaparkan tentang penyusunan draft Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional perlu melibatkan semua kalangan.
“Kami dulu pernah berjuang menolak revisi UU Sisdiknas dan akhirnya dibatalkan DPR. Namun saat ini pembahasan kembali jangan terburu-buru,” imbuhnya.
Ia juga menawarkan kepada pemerintah untuk tidak membangun bangunan baru sekolah karena PP Muhammadiyah siap memfasilitasi penggunaan ratusan gedung sekolah milik PP Muhammadiyah.
“Gurunya saja yang dilatih pemerintah agar berkualitas dan siap mengajar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handojo Budhisedjati yang menyampaikan sambutan pembukaan dialog ini, mengatakan, masa kini bukan hanya menyentuh kurikulum saja tapi harus diikuti dengan melawan kemiskinan.
“Masalah anak kurang gizi akan sangat mengganggu proses belajar. Program pemeritahan yang baru tentang makanan bergizi bagi anak sekolah harus didukung semua pihak. Di sini peran FORMAS untuk membantu pemerintah mensejahterahkan rakyat. Dan ini akan menjadi ultimate goal Formas,” kata Handoyo yang juga menjabat Ketum Vox Point Indonesia.