JBN Lebak — Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Amanah Permas Agung memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video di media sosial yang menampilkan dugaan menu makanan, khususnya telur, dalam kondisi belum matang yang disebut-sebut disajikan kepada siswa.
Ketua SPPG Amanah Permas Agung, Rasudin, menegaskan bahwa video tersebut tidak mencerminkan standar dan praktik pelayanan dapur SPPG secara keseluruhan. Ia menjelaskan, kejadian dalam video merupakan kekeliruan teknis yang tidak disengaja pada tahapan distribusi dan bukan makanan yang disajikan untuk dikonsumsi oleh siswa.
Klarifikasi tersebut dilakukan secara langsung di lokasi SPPG Amanah Permas Agung dan dihadiri oleh unsur Muspika, Kapolsek setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak sekolah. Dalam kesempatan itu, seluruh pihak terkait langsung melakukan peninjauan ke dapur SPPG/MBG guna memastikan proses pengolahan makanan.
“Dari hasil peninjauan bersama oleh Muspika dan aparat, dapat dipastikan bahwa dapur SPPG Amanah Permas Agung telah memenuhi persyaratan dan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pendistribusian makanan,” ujar Rasudin.
Ia menambahkan, sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG telah melakukan evaluasi internal dan memperketat pengawasan, khususnya pada tahapan akhir sebelum pendistribusian, agar kejadian serupa tidak terulang dan kualitas serta keamanan pangan tetap terjaga.
SPPG Amanah Permas Agung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga mutu pelayanan pemenuhan gizi bagi siswa, serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum diverifikasi secara utuh dan mengedepankan klarifikasi resmi.(red)




