Friday, June 19, 2026
spot_img
HomeJakarta RayaPraktikum Fisika Terbang SMK Penerbangan dengan KIT 'Buatan Sendiri'

Praktikum Fisika Terbang SMK Penerbangan dengan KIT ‘Buatan Sendiri’

Google search engine
JBN Jakarta – Pada zaman digital ini, pembelajaran siswa di sekolah lebih efektif dengan praktikum. Partisipasi siswa merangsang pola pikir kritisnya dan mengasah ketrampilannya. Salah satu mata pelajaran yang tersampaikan dengan baik melalui praktikum adalah fisika. Bagi siswa, lebih mudah memahami teori fisika jika memiliki pengalaman praktikum.
Dunia Teknik Penerbangan yang sarat teknologi tentunya menggunakan banyak teori fisika sebagai ilmu dasar. Sebagai contoh, ilmu aerodinamika memiliki dasar teori fisika dinamika fluida.
Namun tidak semua SMK Penerbangan di Indonesia melakukan praktikum fisika karena berbagai keterbatasan. Salah satu keterbatasan yang banyak dijumpai adalah kurangnya fasilitas laboratorium dan alat-alat praktikum.
Praktikum Aerodinamika menggunakan Mini Wind Tunnel oleh siswa dan giru SMK Gutama Jakarta. (Foto/Red)
Program Studi Teknik Penerbangan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma yang sebagian mahasiswanya berasal dari SMK Penerbangan berinisiatif untuk memberikan solusi yang efektif terhadap masalah tersebut.
Program Studi Teknik Penerbangan Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (TP Unsurya) telah mengembangkan beberapa alat peraga ilmu fisika terbang (sebutan untuk ilmu fisika yang berkaitan dengan teknik penerbangan).
Alat peraga yang dibuat bersifat portable (mudah dipindahkan), berukuran kecil sehingga tidak memakan tempat, dapat dibuat sendiri dari bahan yang mudah diperoleh, dan biaya pembuatannya yang terjangkau.
Alat peraga ini sudah beberapa kali digunakan untuk praktikum fisika di beberapa SMA dan SMK secara bergantian dengan dipandu oleh dosen dan mahasiswa TP Unsurya.
Salah satu contoh dari beberapa SMA dan SMK tersebut adalah SMK Penerbangan Gutama yang berada di Jakarta Timur. SMK Penerbangan Gutama memiliki ruang laboratorium fisika, namun ketersediaan peralatan laboratorium terbatas.
TP Unsurya melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan pendampingan agar SMK Penerbangan Gutama memiliki peralatan laboratorium fisika terbang dengan cara membuat dan merakit alat peraga yang dilengkapi dengan modul serta tempat yang sesuai. Alat peraga dengan modul dan tempat ini disebut sebagai Komponen Instrument Terpadu (KIT) fisika terbang.
Ada beberapa KIT praktikum yang telah dikembangkan oleh Prodi Teknik Penerbangan Unsurya dengan desain yang memudahkan siswa memahami konsep-konsep fisika yang berkaitan dengan penerbangan.
“Kami telah mendesain dan membuat beberapa KIT Bersama SMK Penerbangan Gutama berupa mini wind tunnel,  alat pengukur gaya dorong propeller, model sayap untuk peraga getaran, KIT impak untuk melihat kekuatan bahan, dan KIT sederhana untuk pengamatan efek Coanda” jelas Brity, salah seorang mahasiswi Unsurya yang terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat ini dalam rilis yang diterima media ini, Rabu (06/11/24).
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Mohon Maaf anda tidak dapat menyalin artikel ini