JBN Jakarta – Ketersediaan air baku, perubahan iklim, tingginya jumlah pertumbuhan penduduk yang meningkat, dan transfomasi digitalisasi serta regulasi menjadi tantangan bagi operator dan pengelola air bersih di Indonesia pada umumnya dan Kalimantan Selatan khususnya.
Menurut Direktur Operasional PT. Air minum Bandarmasih (perseroda) Edwardsyah, S.T. selain tantangan tersebut masih ada tantangan lain yakni pembiayaan, khsususnya di bagian pendanaan yang terbatas.
“Tantangan ke depan semakin berat dan kompleks beberapa diantaranya ketersediaan air baku, tingkat laju pertumbuhan penduduk dan pendanaan yang terbatas bagi operator dan pengelola air bersih,” ungkapnya kepada media ini di Jakarta, Minggu (15/6/25).
Ia menambahkan, dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun mendatang, pihaknya membutuhkan tambahan biaya sebesar 300 milyar rupiah untuk pengembangan infrastruktur air bersih di Banjarmasin, untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Nah, untuk mengembangkan infrastruktur yang ada tentunya kita tidak bisa hanya mengharapkan penyertaan modal dan biaya sendiri karena memang investasi yang dibutuhkan sangat tinggi, 2 hingga 3 tahun kedepan membutuhkan dana hampir 300 Milyar rupiah,“ ujarnya.
Salah satu cara untuk mencukupi kebutuhan dana tersebut, pihaknya menggandeng swasta yakni PT Tigalapan Investama Group dengan metode B2B (bisnis to bisnis), agar pembangunan infrastrutur tidak terhambat.
“Ini bisa menjadi semacam peluang buat BUMD lainnya bahwa PT Tigalapan Investama group ini bisa kita ajak bersama, bisa memberikan kontribusi juga ke BUMD yang lainnya khususnya dalam hal bantuan finansial bahkan pelayanan “ imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, komisaris PT Tigalapan Investama group Mohd Reza Pahlevi mengatakan, pihaknya apresiasi PDAM Banjarmasin dalam hal kerjasama B2B ini. Dirinya sudah memperhatikan kinerja PDAM banjarmasin cukup lama sejak sepuluh tahun lalu.
“Saya memperhatikan PDAM Banjarmasin cukup lama sekitar 5-10 tahun lalu, bagaimana mengakselerasikan dan beberapa kerjasama yang dilakukan PDAM begitu maksimal” katanya.




