JBN LEBAK – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Lebak menerapkan pola pengamanan medis berlapis pada pelaksanaan Multatuli Run 2025, Minggu (30/11/2025). Event yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-197 Kabupaten Lebak itu diikuti ratusan pelari, sehingga memerlukan kesiapan tenaga kesehatan yang tidak hanya seremonial, tetapi berbasis analisis risiko.
Berdasarkan penelusuran tim, PPNI Lebak telah melakukan pemetaan potensi kerawanan peserta, termasuk lokasi rawan dehidrasi, titik elevasi yang memicu kelelahan, serta area dengan akses ambulans terbatas. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penempatan posko medis dan tim mobile yang disiagakan sepanjang rute.
Ketua PPNI Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menegaskan bahwa pengawalan kesehatan di lapangan harus mengikuti standar penanganan event berskala besar, bukan sekadar rutinitas tahunan.
“PPNI Lebak tidak ingin pelayanan kesehatan dalam event besar hanya menjadi formalitas. Kami menurunkan perawat yang memiliki kompetensi kegawatdaruratan dan siap menghadapi skenario terburuk sekalipun,” ujar Endang Komarudin.
Ia menyebutkan bahwa seluruh personel dibekali SOP penanganan cepat, mulai dari heat exhaustion, cedera otot, hingga potensi kolaps yang sering terjadi pada peserta lomba lari jarak menengah.
“Kami memastikan ada kontrol komunikasi yang ketat antartim. Setiap insiden, sekecil apa pun, harus dilaporkan dan ditangani sesuai prosedur. Ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi soal mitigasi risiko dan akuntabilitas,” tegasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa peserta sempat mengalami keluhan fisik ringan, namun dapat ditangani segera oleh tim medis. Hingga akhir kegiatan, tidak ditemukan insiden berat yang berpotensi mengganggu jalannya acara.
Langkah PPNI Lebak tersebut mendapat perhatian karena dinilai lebih sistematis dibanding pelaksanaan event sebelumnya. Penempatan personel lebih merata, jalur evakuasi diperjelas, dan mekanisme koordinasi dengan panitia ditingkatkan.
PPNI Lebak menyatakan akan terus memperketat standar operasional pengamanan medis di setiap kegiatan publik yang melibatkan massa, serta meminta panitia event serupa agar tidak menganggap kebutuhan medis sebagai pelengkap belaka, tetapi sebagai bagian dari sistem keselamatan yang wajib dipenuhi.(Adr)




