Ia juga menyayangkan pernyataan Menteri Kesehatan RI, pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pejabat publik Banyuasin, dan tokoh lainnya yang dianggap membangun tuduhan tidak objektif.
“Ini akan menjadi tontonan publik yang buruk. No Viral No Justice…, apakah itu yang diharapkan RSUD Sekayu bersama Syahpri Putra Wangsa dan para pengikut-pengikut lainnya?” singgungnya.
Opan menilai ada upaya pihak-pihak lain memanfaatkan insiden ini untuk pemulihan nama baik RSUD Sekayu maupun pencitraan pejabat publik.
“Dugaan itu dalam dunia jurnalistik sah-sah saja. Kami menduga ada tuntunan arah kanan dan arah kiri untuk pencitraan pejabat publik, IDI, dan RSUD Sekayu yang diduga tidak menjalankan SOP lalu memutarbalikkan fakta. Istilah lainnya ‘Aji Mumpung’ kali yee,” beber Opan.
Ia menegaskan persoalan Syahpri vs Ismet harus dilihat dengan dua sisi berbeda agar publik tidak menuding sepihak. Opan juga membenarkan bahwa Ismet Saputra Wijaya adalah jurnalis metromedianews.co sekaligus pengurus FWJ Indonesia Korwil Jakarta Barat sejak 3 tahun lalu.
Sayangkan Bergulirnya Berbagai Opini Negatif Prihal Insiden RSUD Sekayu, FWJ Indonesia: Jadi Tontonan Publik yang Buruk..
RELATED ARTICLES




